Tittle : Vampire Series “My Love is Vampire - Chapter I“
Genre : Fantasy | Romance | Thriller
Cast : Westlife | Other's
Tag : #Andrew #DavidReale #Fanfiction #Hayden #Nela #Vampire #Werewolf #Westlife
==================================================
Seorang wanita yang sangat menyukai Vampire,tahu semua tentang Vampire.Namun dia harus berpura-pura tidak tahu dan tidak percaya dengan adanya Vampire untuk melindungi para Vampire.
Wanita itu adalah Nela Cornelia Filan.
Seorang pria yang mempunyai hobby yang begitu aneh yaitu Memburu Vampire.Pria itu adalah kakak pertama dari Nela,dan pria itu adalah Shane Steven Filan.
---------------
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30.
“Aku pergi berburu dulu ya.Di ruang tamu sudah ada Nicky & Brian” ucap Shane kepada Nela.
“Kau meminta mereka untuk menemani ku lagi?” Ucap Nela.
“Ya” ucap Shane.
“Seharusnya kau tidak meminta mereka untuk menemani ku?” Ucap Nela.
“Memangnya kenapa?” Ucap Shane heran.
“Aku merasa tidak enak pada mereka,karena aku takut membuat mereka repot” ucap Nela.
“Kau tenang saja,itu tidak akan membuat mereka repot” ucap Shane seraya mengelus rambut adiknya.
Mereka pun berjalan menuju ruang tamu.
“Hi Nela” ucap Nicky & Brian.
“Hi Nick,Bri.Maafkan Shane ya,dia meminta kalian untuk menemani ku lagi dan aku tahu hal itu akan membuat kalian repot” ucap Nela.
“Kami tidak merasa dibuat repot.Dan kau sudah kami anggap sebagai adik kami sendiri” ucap Nicky.
“Ya,benar apa yang diucapkan oleh Nicky” ucap Brian.
“Baiklah,aku pergi dulu ya” ucap Shane seraya memeluk Nela.
“Ya,jaga diri mu dengan baik Shane!” Ucap Nela.
“Nicky,Brian,aku titip Nela ya.Tolong kalian jaga dan temani dia selama aku pergi” ucap Shane.
“Ya,kau tenang saja dia akan aman bersama kami” ucap Brian & Nicky.
Shane pun memasuki mobilnya dan mulai menyalakan mobilnya.
“Baiklah,aku pergi dulu” ucap Shane.
“Shane,jika ada yang tidak baik segera lah hubungi kami!” Ucap Nela,Nicky & Brian.
Shane pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.Lalu dia segera pergi menuju hutan yang letaknya tidak begitu jauh dari rumahnya.
Sedangkan Nela,Brian & Nicky segera masuk kedalam rumahnya Shane,dan mereka berbincang-bincang diruang tamu.
“Apa kalian ingin ku buatkan tea hangat?” Ucap Brian.
“Tidak,aku mulai mengantuk jadi aku harus segera tidur” ucap Nela.
“Baiklah,bagaimana dengan mu Nick?” Ucap Brian.
“Ya,aku mau tea hangat buatan mu” ucap Nicky.
“Jika kalian lapar silahkan ambil saja makanan yang ada dilemari es” ucap Nela.
“Ya” ucap Nicky & Brian.
“Baiklah,aku tidur dulu ya” ucap Nela seraya berjalan menuju kamarnya.
“Ya,have a nice dream Nela!” Pekik Nicky & Brian.
Nela hanya tersenyum seraya tetap berjalan menuju kamarnya.
------------------
Shane sudah tiba dihutan yang dia tuju.
Dia segera mengambil alat-alat berburunya didalam bagasi mobilnya.
Lalu dia mulai berjalan memasuki hutan.
Shane berjalan dengan hati-hati agar langkahnya tidak menganggu makhluk yang ada dihutan itu.
Seraya berjalan dia memperhatikan daerah sekitarnya.
Hutan itu memang terkenal seram,dan mitosnya hutan itu dihuni oleh makhluk-makhluk yang begitu berbahaya.
Suasana malam yang dingin dan sunyi menambah rasa seram yang ada.Namun semua itu tidak dapat membuat Shane mengurungkan niatnya untuk berburu Vampire malam ini.
Seakan tidak ada rasa takut,Shane tetap berjalan menulusuri hutan itu.
Dan tiba-tiba dia mendengar sebuah suara dari balik semak-semak.
Shane pun menghentikan langkahnya dan menajamkan pendengarannya.
Suara itu terdengar tidak asing seperti seekor binatang yang sedang memakan sesuatu.
Shane memberanikan diri untuk melihat kebalik semak-semak,namun tiba-tiba ponselnya berbunyi dan membuatnya terkejut.
“Mengagetkan ku saja” ucap Shane seraya mengambil ponselnya yang berada didalam saku celananya.
Terlihat dilayar ponselnya “My Love Gillian”.
Dan ternyata itu adalah telepon dari kekasihnya yaitu Gillian.
Shane pun mengangkat telepon dari Gillian.
“Ya,hallo” ucap Shane.
“Shane,kau ada dimana?” Ucap Gillian.
“Aku lagi dihutan”.
“Tadi aku menelpon kerumahmu,dan Brian yang mengangkatnya dia bilang kau sedang pergi kehutan untuk berburu Vampire”.
“Aku aku memang pergi kehutan.Ada apa?”.
“Shane,aku mohon tolong hentikan hobby mu itu.Hobby mu itu bisa membahayakan dirimu sendiri!”.
“Gillian,aku tahu hobby ku itu memang bisa membahayakan diri ku sendiri.Tapi maaf,aku tidak bisa menghentikan hobby ku ini.Ku harap kau bisa memahaminya”.
“Ya,terserah kau saja”.
“Ada apa kau menelpon ku?”.
“Tidak apa-apa,aku hanya ingin memastikan kalau malam ini kau tidak pergi berburu,tapi ternyata aku salah!”.
“Ya sudah lebih baik sekarang kau tidur karena sudah hampir larut malam”.
“Ya baiklah,jaga diri mu baik-baik Shane”.
“Ya” ucap Shane mengakhiri pembicaraan ditelepon.
Shane pun memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
Lalu dia melihat kebalik semak-semak.
Namun dibalik semak-semak tidak ada apa-apa.
Dan tiba-tiba terdengar suara lolongan serigala yang begitu panjang.
“Baru kali ini aku mendengar suara lolongan serigala dihutan ini,padahal hampir setiap hari aku berburu dihutan ini tapi baru malam ini aku mendengar suara lolongan serigala” ucap Shane.
Dia pun kembali melanjutkan langkahnya.
Ternyata suara lolongan serigala itu pun juga tidak bisa mengurungkan niatnya Shane untuk berburu Vampire dan tidak dapat membuatnya takut.
Shane memang benar-benar seorang pemberani.
Namun tiba-tiba ponselnya berbunyi lagi.
Dia pun kembali mengambil ponselnya didalam saku celananya.
Kini terlihat dilayar ponselnya “1 message from My Little Sister Nela”.
Ternyata itu adalah pesan dari adiknya.Lalu dia pun segera membaca pesan itu.
“Shane,apa kau masih berada dihutan?Pulanglah sekarang juga,aku begitu mengkhawatirkan diri mu.Dan aku tidak bisa tidur”.
Shane segera memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
“Lebih baik aku pulang saja,pemburuannya bisa aku lanjutkan besok malam” ucap Shane seraya berjalan menuju mobilnya.
Hanya butuh waktu 1 jam setengah untuk sampai dirumahnya.
Setelah sampai dirumahnya,Shane segera masuk kedalam rumahnya.
“Hey,ternyata kau sudah pulang” ucap Brian.
“Ya,adikku mana?Apa dia sudah tidur?” Ucap Shane.
“Ya,dia sudah tidur dari tadi.Memangnya ada apa?” Ucap Nicky.
“Tadi dia mengirim pesan kepada ku agar aku cepat pulang.Dan ku pikir mungkin sekarang dia belum tidur” ucap Shane seraya berjalan menuju kamarnya Nela di ikuti oleh Nicky & Brian.
“Tapi sepertinya dia sudah tidur” ucap Brian.
Setelah sampai didepan kamarnya Nela,Shane segera membuka pintu kamarnya dengan perlahan.
Dan ternyata Brian benar,Nela memang sudah tertidur.
Perlahan mereka pun memasuki kamarnya Nela.
“Ternyata kau sudah tidur... Aku tahu kau begitu mengkhawatirkan diri ku” ucap Shane seraya mengelus rambutnya Nela dengan lembut.
Shane pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya adiknya itu.
“Good night adikku sayang,have a nice dream.Aku sangat menyayangi mu” ucap Shane seraya mencium keningnya Nela.
Lalu mereka pun berjalan keluar dari kamarnya Nela,dan Shane kembali menutup pintu kamarnya Nela.
“Kau terlihat begitu menyayanginya” ucap Nicky.
“Ya,aku sangat menyayanginya.Dia adalah adik perempuanku satu-satunya” ucap Shane seraya berjalan menuruni anak tangga.
“Dia pasti sangat bahagia mempunyai seorang kakak seperti mu” ucap Nicky.
Shane pun hanya tersenyum senang.
Mereka kembali berjalan menuju ruang tamu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 00.30.
“Sudah malam,sebaiknya malam ini kalian menginap dirumah ku saja” ucap Shane.
“Itu adalah ide yang bagus Shane!” Ucap Brian.
“Ya baiklah” ucap Nicky seraya mengangguk setuju.
“Kalian bisa tidur dikamar tamu,atau pilihlah kamar kalian sendiri.Rumah ini terlalu banyak kamar,padahal kami hanya tinggal berdua” ucap Shane.
“Kenapa kau tidak sewakan saja kamarnya?” Ucap Brian.
“Ya,aku pernah berpikir seperti itu tapi orang tua kami tidak mengizinkannya” ucap Shane.
“Lebih baik kita cepat tidur,karena malam semakin larut” ucap Shane.
Mereka pun tidur dikamarnya masing-masing.
--------------
Matahari mulai memunculkan dirinya,burung-burung bernyanyi untuk menyambut pagi hari.
Shane sudah terbangun sejak tadi,kini dia sedang menyiapkan sarapan untuk adik dan teman-temannya.
Tak lama Nicky pun terbangun dan dia sudah berpakaian begitu rapi dan wangi.
“Pagi Shane” ucap Nicky seraya duduk disebuah kursi tepat dibelakang meja makan.
“Pagi juga Nick.Pagi-pagi kau sudah rapi dan wangi,apa kau ingin pergi?” Ucap Shane.
“Ya,aku ada kencan dengan Georgina pagi ini” ucap Nicky.
Shane hanya mengangguk mengerti.
“Nela kemana?Apa dia belum bangun?” Ucap Nicky.
“Ya,sepertinya dia belum bangun” ucap Shane.
Tak lama Nela pun datang.
“Good morning kakak ku!” ucap Nela seraya memeluk Shane.
“Good morning too adikku” ucap Shane.
“Good morning Nick!” Ucap Nela.
“Morning Nela” ucap Nicky.
“Brian kemana?” Ucap Nela.
“Dia belum bangun” ucap Nicky.
“Kenapa kau tidak membangunkannya?” Ucap Nela.
“Iya Nick,sebaiknya kau bangunkan Brian karena sarapannya sudah hampir siap” ucap Shane.
“Aku menyerah jika harus membangunkannya!” Ucap Nicky.
“Ya sudah,aku saja yang membangunkannya” ucap Shane.
“Shane,biar aku saja yang membangunkannya” ucap Nela.
“Memangnya kau bisa?” Ucap Nicky.
“Tentu saja aku bisa” ucap Nela seraya berjalan menuju kamar tempat Brian menginap.
Setelah sampai disebuah kamar,Nela pun menghentikan langkahnya.
“Ini pasti kamar tempat Brian menginap” ucap Nela.
Dia pun membuka pintu kamar itu,dan benar Brian memang tidur dikamar itu.
“Ternyata dia masih tertidur” ucap Nela seraya berjalan menghampiri Brian yang masih tertidur dengan nyenyak.
“Brian bangunlah!” Ucap Nela seraya menggoyang-goyangkan tubuhnya Brian.
Namun Brian tidak juga terbangun.
Nela pun tersenyum licik.
“Brian,bangunlah pagi ini Shane memasak makanan yang sangat enak.Lebih baik kau cepat bangun atau kau tidak akan mendapatkan sarapan pagi ini” ucap Nela tepat ditelinganya Brian.
Sontak Brian pun segera terbangun.
“Mana makanannya?” Ucap Brian seraya celingak-celinguk mencari makanan itu.
Nela pun tertawa puas ketika dia berhasil membangunkan Brian yang sangat sulit untuk dibangunkan.
“Ternyata kau membohongi ku” ucap Brian.
“Aku tidak membohongi mu,dan Shane memang benar-benar memasak makanan yang begitu enak untuk sarapan pagi ini.Kalau kau tidak cepat bangun dan mandi,maka kau akan benar-benar tidak mendapat sarapan pagi ini dan kau akan menyesal!” Ucap Nela seraya berjalan meninggalkan Brian yang masih duduk ditempat tidur.
“Iya iya,aku sudah bangun!” ucap Brian.
“Cepatlah mandi,jika kau tidak ingin kehabisan sarapan!” Pekik Nela.
“Kau hebat,karena kau telah berhasil membangunkan Brian” ucap Nicky.
“Jangan panggil aku Nela,jika aku tidak bisa membangunkan Brian” ucap Nela.
Dan mereka pun segera sarapan.
Satu jam kemudian,mereka berkumpul di ruang tamu.
“Malam ini sepertinya kalian tidak perlu menemani Nela,karena malam ini aku tidak pergi untuk berburu Vampire” ucap Shane.
“Memangnya kenapa?” Ucap Brian heran,karena tidak biasanya Shane seperti itu.
Shane pun menceritakan kejadian semalam yang dia dengar.
“Aku rasa itu adalah suara seekor Werewolf yang sedang memakan mangsanya” ucap Nela.
“Dari mana kau tahu hal itu?Bisa saja itu suara hewan lain yang sedang memakan mangsanya” ucap Brian.
“Ya,tapi aku sangat yakin kalau itu adalah suara seekor Werewolf yang sedang memakan mangsanya” ucap Nela.
“Ya,aku juga berpikir seperti itu” ucap Shane.
“Sebaiknya malam ini dan beberapa malam kedepan kau tidak pergi untuk berburu dulu Shane,karena jika benar itu adalah suara seekor Werewolf maka bisa saja Werewolf itu membahayakan dirimu” ucap Nicky.
“Tapi jika kau tetap ingin pergi berburu,aku akan menemani mu Shane” ucap Nela.
Mereka bertiga pun begitu terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Nela,karena tidak biasanya Nela mau menemani Shane untuk berburu Vampire.
“Apa kau serius dengan ucapan mu?” Ucap Shane.
“Ya,aku sangat serius dengan apa yang aku ucapkan.Aku tak ingin Werewolf itu melukai mu sedikit pun Shane!” Ucap Nela.
“Good girl!Benar-benar wanita yang pemberani,kau sangat beruntung Shane mempunyai adik seperti Nela” ucap Brian.
“Memangnya kau tahu cara membunuh Werewolf itu?” Ucap Shane.
“Tentu saja aku tahu!Cukup dengan pistol yang berisi peluru perak dapat membunuh Werewolf dengan seutuhnya” ucap Nela.
“Hebat,dari mana kau tahu tentang hal itu?” Ucap Nicky.
“Aku pernah membacanya disebuah buku yang membahas tentang Vampire,Dracula & Werewolf.Tapi tetap saja aku tidak percaya dengan keberadaannya mereka sebelum aku bertemu langsung dengan mereka” ucap Nela.
“Tapi apa kau punya pistol yang berisi peluru perak?” Ucap Shane.
“Tentu saja aku punya,tak mungkin aku membicarakan alat itu kalau aku tidak memilikinya” ucap Nela.
“Baiklah,nanti malam kita akan pergi untuk berburu Vampire & Werewolf!” Ucap Shane yang terlihat begitu bersemangat.
“Aku hanya berburu Werewolf,itu juga kalau mereka benar-benar ada” ucap Nela.
“Baiklah,kami pulang dulu ya.Georgina pasti sudah menunggu ku” ucap Nicky.
“Ya,aku juga ingin pulang” ucap Brian.
“Terima kasih karena semalam kalian telah menemani adikku” ucap Shane.
“Iya Shane sama-sama” ucap Nicky & Brian.
“Kalian hati-hati ya” ucap Nela.
Nicky & Brian hanya tersenyum seraya beranjak pergi meninggalkan rumahnya Shane.
“Nanti malam pasti akan menjadi malam yang begitu seru!Karena kita akan pergi berburu bersama” ucap Shane.
“Terserah kau saja” ucap Nela seraya berjalan menuju kamarnya.
“Hey!Kau mau kemana?” Ucap Shane.
“Aku mau mempersiapkan pistol yang berisi peluru perak itu” ucap Nela.
“Oh,baiklah aku juga ingin mempersiapkan alat-alat berburu ku” ucap Shane seraya berjalan menuju kamarnya.
Setelah sampai dikamarnya,Nela segera mencari pistol dan peluru perak itu.
“Waktu itu aku menyimpan pistol itu dimana ya?” Ucap Nela seraya mengingat-ingat.
Dia pun membuka sebuah kotak berwarna hitam yang ukurannya cukup besar.
“Kenapa tidak ada?” Ucap Nela ketika melihat isi kotak itu.
Ternyata kotak itu adalah tempat Nela menyimpan alat-alat untuk membunuh Werewolf.
Nela pun kembali menutup kotak itu lalu dia menguncinya.
Lalu dia berjalan menuju meja belajarnya dan membuka sebuah laci yang berwarna coklat.
“Ini dia alat yang ku cari!” Ucap Nela ketika berhasil menemukan dua buah pistol beserta beberapa buah peluru perak.
Nela mengambil pistol itu lalu dia mengisinya dengan peluru-peluru perak.
“Cukup dengan satu tembakkan dapat membunuh Werewolf itu” ucap Nela.
Tiba-tiba Shane berteriak memanggil namanya.
Nela pun meletakkan pistol itu begitu saja,lalu dia segera berlari menuju kamarnya Shane.
“Ada apa Shane?” Ucap Nela.
“Alat-alat ku untuk berburu Vampire hilang!” Ucap Shane.
“Hah?Kenapa bisa hilang?Bukankah semalam kau membawa alat-alat itu?” Ucap Nela.
“Ya,semalam aku memang membawa alat-alat itu tapi aku lupa menyimpannya” Ucap Shane.
“Lebih baik kita cari alat-alat itu bersama” ucap Nela seraya ikut mencari alat-alat itu.
Mereka pun mencari alat-alat itu bersama-sama.
“Apa kau sudah coba mengingat-ingat dimana semalam kau menyimpan alat-alat itu?” Ucap Nela.
“Ya,aku sudah coba mengingatnya dan seingat ku semalam aku sudah membawa alat-alat itu kekamar ku” ucap Shane.
“Mungkin alat-alat itu masih berada didalam bagasi mobil mu“ ucap Nela.
“Kau benar juga!” Ucap Shane seraya berlari menuju garasi mobilnya diikuti oleh Nela.
Setelah sampai digarasi rumahnya,Shane segera membuka bagasi mobilnya.
Dan ternyata Nela benar,alat-alat berburunya Shane memang masih berada didalam bagasi mobilnya.
“Ternyata kau benar!Alat-alat ini masih berada didalam bagasi mobilku” ucap Shane.
“Sudah ku duga kau memang lupa membawa alat-alat itu ke kamarmu” ucap Nela.
“Terima kasih kau sudah mengingatkanku” ucap Shane seraya memeluk Nela.
“Ya sama-sama Shane.Ya sudah,aku ingin kembali kekamar ku untuk menyiapkan alat-alat untuk nanti malam” ucap Nela seraya beranjak pergi menuju kamarnya.
----------------------
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30.
Nela & Shane sedang bersiap-siap untuk pergi berburu malam ini.
“Nela apa kau sudah siap?” Ucap Shane.
“Ya,aku sudah siap ayo kita pergi!” Ucap Nela.
Mereka pun berjalan menuju garasi rumah mereka.
“Nanti kau tolong kunci pintu dan pagarnya ya” ucap Shane seraya masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya.
“Ya” ucap Nela.
Shane pun mengeluarkan mobilnya,dan Nela segera mengunci pintu rumah dan pintu pagar rumah mereka.
“Shane,apa tidak ada yang tertinggal?” Ucap Nela seraya memasuki mobilnya Shane.
“Tidak ada.Bagaimana denganmu?” ucap Shane.
“Tidak ada juga” ucap Nela.
“Baiklah,ayo kita berangkat” ucap Shane.
Mereka pun segera berangkat menuju hutan yang mereka tuju.
Sepanjang perjalanan mereka hanya ditemani oleh kesunyian dan cahaya rembulan.
Jalan yang mereka lewati juga begitu sepi,tidak ada kendaraan yang lewat hanya kendaraan mereka saja.
“Dari pada sepi seperti ini lebih baik kita mendengarkan lagu saja” ucap Shane seraya memutar sebuah lagu yang berjudul My Love.
Seraya menyetir mobilnya,Shane pun juga ikut menyanyikan lagu My Love.
“An empty street an empty house a hole inside my heart. I'm all alone the rooms are getting smaller. I wonder how I wonder why I wonder where they are. The days we had the song we sang together. Oh yeah.”.
Nela yang duduk disampingnya Shane,hanya tertawa kecil melihat apa yang dilakukan oleh kakaknya.
“Come on we singing together!” Ucap Shane.
Mereka pun menyanyi bersama untuk mengisi malam yang begitu sepi itu.
Tak lama mereka pun sampai disebuah hutan yang mereka tuju.Shane segera mematikan musiknya,dan mereka segera keluar dari mobilnya Shane.
Tak lupa Shane mengambil alat-alat berburunya didalam bagasi mobilnya.
“Kita harus sangat berhati-hati,jangan sampai langkah kita menganggu para penghuni dihutan ini” ucap Shane.
Nela hanya mengangguk mengerti.
Dan mereka mulai berjalan memasuki hutan itu.
Mereka berjalan dengan sangat hati-hati karena langkah mereka bisa menganggu makhluk-makhluk yang ada dihutan itu.
“Kita harus berwaspada dan berhati-hati,karena mereka bisa kapan saja menyerang kita” ucap Shane.
“Ya,aku mengerti” ucap Nela.
“Dan tetaplah berada disampingku!” Ucap Shane.
Mereka terus berjalan menulusuri hutan itu.Namun tiba-tiba Nela mendengar sebuah suara dari balik pohon besar yang berada disamping kirinya.
Nela pun menghentikan langkahnya dan menajamkan pendengarannya.Tetapi tidak dengan Shane,dia tetap berjalan tanpa mengetahui kalau adiknya tidak berada disampingnya.
“Suara apa itu?” Ucap Nela seraya berjalan mendekati pohon besar itu.
Nela pun memberanikan diri untuk melihat kebalik pohon besar itu,namun ketika dia melihat kebalik pohon besar itu betapa terkejutnya dia ketika melihat seekor binatang yang aneh.
“Binatang apa ini?Kenapa begitu besar dan berbulu?” Ucap Nela dalam hati.
Tiba-tiba binatang aneh itu membalikkan tubuhnya,kini dia menghadap ke arah Nela.
“Werewolf!” Ucap Nela yang sangat terkejut ketika melihat wajah binatang aneh itu.
Dan ternyata binatang aneh itu adalah seekor Werewolf.
Werewolf itu pun berjalan mendekati Nela.
“Aku tak menyangka kalau kita akan bertemu malam ini!” Ucap Nela seraya mengambil sesuatu disaku belakang celananya.
Ternyata dia ingin mengambil pistol yang berisi peluru perak didalam saku belakang celananya namun pistol itu tidak ada karena dia lupa membawanya.
“Apa?Aku lupa membawa pistol itu!Lalu bagaimana ini?Tak mungkin aku menghadapi Werewolf ini dengan tangan kosong!” Ucap Nela dalam hati.
Dia pun berteriak memanggil nama Shane,berharap Shane cepat datang dan menolongnya.
Namun yang datang bukanlah Shane,tetapi seorang pria yang tidak dia kenal.
Dan pria itu berdiri tepat didepannya.
“Siapa pria ini?Kenapa tiba-tiba dia datang dan melindungi ku?” Ucap Nela dalam hati.
“Cepat kau pergi dari sini!” Ucap pria itu kepada Nela,namun Nela tidak pergi dia tetap berada dibelakang pria itu.
Nela ingin pergi tetapi hatinya tidak ingin pergi dari tempat itu.Kakinya pun begitu berat untuk meninggalkan tempat itu.
Werewolf itu berjalan mendekati pria itu,lalu dengan cepat pria itu memukul wajah Werewolf itu hingga Werewolf itu terjatuh.
“Jika kau tidak pergi dari tempat ini,maka aku akan menghabisi nyawamu!!” Ucap pria itu kepada Werewolf.
Bagaikan mengerti dengan apa yang diucapkan oleh pria itu,Werewolf itu segera pergi meninggalkan Nela & pria itu.
Pria itu ingin beranjak pergi,namun dengan cepat Nela menarik tangannya.
Ketika Nela menyentuh tangan pria itu,dia merasakan ada sesuatu yang aneh pada pria itu.
Tangan pria itu sangat dingin bagaikan es.
“Ada apa?” Ucap pria itu.
“Tidak apa-apa,aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena kau telah menolong ku dari Werewolf itu” ucap Nela.
“Ya” ucap pria itu tanpa membalikkan tubuhnya.
“Nama ku Nela Cornelia Filan,dan siapa namamu?” Ucap Nela.
Pria itu pun membalikkan tubuhnya,dan kini mereka saling berhadapan.
Betapa terkejutnya Nela ketika melihat wajah pria itu.
“Pria ini sangat tampan,namun kenapa wajahnya begitu pucat?Apa jangan-jangan pria ini adalah Vampire?” Ucap Nela dalam hati.
“Namaku Mark Feehily” ucap pria itu.
“Senang aku bisa bertemu denganmu” ucap Nela.
Tiba-tiba angin berhembus membuat darah segar yang ada didalam tubuh Nela tercium oleh pria itu.
“Wangi darahnya... Membuat aku sangat ingin untuk mencicipinya.Tapi aku tidak boleh melukai wanita ini sedikit pun!Dan aku tak akan memaafkan diri ku sendiri jika aku melukainya!” Ucap Mark dalam hati.
Dan tiba-tiba terdengar suara Shane yang memanggil nama Nela.
“Itu adalah suara kakakku!Dan dia pasti begitu mengkhawatirkanku” Ucap Nela.
Tak sengaja mereka pun saling bertatapan,dan lagi-lagi Nela merasakan sesuatu yang aneh pada pria itu.
Kini Nela melihat mata pria itu berwarna merah,dan Nela semakin yakin kalau Mark adalah seorang Vampire.
“Sepertinya aku harus segera pergi dari sini,sekali lagi terima kasih karena kau sudah menolongku dari Werewolf itu” ucap Nela seraya beranjak pergi dari tempat itu.
“Ku harap kita dapat bertemu lagi!” Ucap Mark.
Nela pun segera berlari menghampiri Shane.
“Shane!” Pekik Nela.
“Nela!Apa kau baik-baik saja?Kau dari mana saja?Dari tadi aku mencari mu!” Ucap Shane seraya memeluk Nela.
“Aku baik-baik saja Shane.Tadi tidak sengaja aku bertemu dengan seekor Werewolf” ucap Nela.
“Hah?Tapi kau baik-baik saja kan?” Ucap Shane yang terlihat begitu mengkhawatirkan adiknya itu.
“Aku baik-baik saja,dan aku berhasil membuat Werewolf itu pergi” ucap Nela.
“Ahh baguslah,aku lega mendengar kau baik-baik saja.Dan lebih baik sekarang kita pulang,disini bukan tempat yang aman untukmu” ucap Shane seraya merangkul pundaknya Nela.
Dan mereka pun berjalan menuju mobilnya Shane.
“Maafkan aku,tidak seharusnya aku mengajak mu kehutan ini” ucap Shane seraya masuk kedalam mobilnya diikuti oleh Nela.
“Tidak apa-apa Shane,ini bukan salah mu.Dan aku baik-baik saja” ucap Nela.
“Tetapi aku tetap merasa menyesal,hampir saja kau terluka karena aku” ucap Shane seraya menyalakan mesin mobilnya dan beranjak pergi meninggalkan hutan itu.
“Sudahlah Shane,jangan seperti itu.Sudah kubilang itu bukan salah mu,jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri” ucap Nela.
“Baiklah,tapi aku hanya tak ingin kau terluka sedikit pun karena aku sangat menyayangimu” ucap Shane.
“Aku juga sangat menyayangimu Shane” ucap Nela.
Tiba-tiba ponselnya Shane pun berbunyi,dia segera mengambil ponselnya dan terlihat dilayar ponselnya “My BestFriend Nicky”.
Ternyata itu adalah telepon dari Nicky,dan Shane pun mengangkat teleponnya.
“Ya,hallo Nick” ucap Shane.
“Shane,bagaimana apa Nela sudah ketemu?” Ucap Nicky.
“Ya,dia sudah ketemu dan dia baik-baik saja”.
“Syukurlah,aku senang mendengar dia baik-baik saja”.
“Tapi tadi dia bertemu dengan seekor Werewolf”.
“Lalu Werewolf itu tidak melukai dia kan?” Ucap Nicky yang terlihat begitu mencemaskan keadaannya Nela.
“Ya,tentu saja tidak.Nela berhasil membuat Werewolf itu pergi” ucap Shane.
“Baguslah kalau seperti itu,dia memang seorang pemberani sama seperti mu Shane”.
“Ya,tentu saja”.
“Shane,sekarang aku dan Brian sudah sampai dirumahmu”.
“Baiklah,kalian tunggu saja sebentar lagi aku akan sampai”.
“Ya,sampai nanti Shane”.
“Ok” ucap Shane mengakhiri pembicaraan ditelepon.
“Kau pasti memberi tahu Nicky dan Brian kalau tadi aku sempat menghilang” ucap Nela.
“Ya,tadi aku memberi tahu mereka karena aku begitu cemas dengan dirimu” ucap Shane seraya kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
“Lalu kau memberitahu Nicky kalau tadi aku bertemu dengan seekor Werewolf” ucap Nela.
“Ya” ucap Shane seraya berfokus menyetir mobilnya.
“Shane,seharusnya kau tidak perlu memberi tahu mereka tentang hal itu.Mereka pasti mengkhawatirkan ku” ucap Nela.
“Tidak apa-apa.Ya mereka memang begitu mengkhawatirkan dirimu” ucap Shane.
Tak lama mereka pun sampai dirumah mereka.
Dan Nicky & Brian segera menyambut mereka.
“Nela,kau baik-baik saja kan?Kau tidak terluka sedikit pun kan?” Ucap Brian yang segera menghampiri Nela.
“Ya,aku baik-baik saja Brian.Dan aku tidak terluka sedikit pun” ucap Nela seraya keluar dari mobilnya Shane dan diikuti oleh Shane.
“Nela,kami begitu mengkhawatirkan dirimu” ucap Nicky.
“Terima kasih Nick,Bri” ucap Nela seraya tersenyum.
“Sebaiknya,kita lanjutkan berbincang-bincangnya didalam saja” ucap Shane.
Mereka pun segera memasuki rumahnya Shane,dan mereka duduk diruang tamu.
“Ku buatkan tea hangat ya.Kau pasti sangat haus” ucap Brian.
“Tidak perlu Brian.Aku tak ingin membuat kau repot” ucap Nela.
“Tidak apa-apa Nela,itu tidak akan membuat ku repot” ucap Brian seraya berjalan menuju dapur.
“Tapi kau benar-benar baik-baik saja kan?” Ucap Nicky yang ingin memastikan kalau Nela baik-baik saja.
“Ya Nick,aku baik-baik saja.Dan aku tidak terluka sedikit pun” ucap Nela.
“Sebaiknya kau jangan datang kehutan itu lagi.Werewolf itu pasti menunggu kedatangmu kembali” ucap Nicky.
“Ya,benar apa yang dikatakan oleh Nicky” ucap Shane.
“Kalian tenang saja,aku berjanji kalau aku kehutan itu lagi aku akan membunuh Werewolf itu!” Ucap Nela.
“Memangnya tadi kau tidak membunuh Werewolf itu?” Ucap Nicky.
“Hehm... Tidak!” ucap Nela yang terlihat sedikit gerogi.
“Kenapa?” Ucap Nicky.
“Karena Werewolf itu sudah lari ketika aku ingin menembakkan peluru perak kepadanya” ucap Nela.
“Ini dia tea hangatnya,aku buatkan spesial untuk mu Nela” ucap Brian yang datang membawa segelas tea hangat.
“Terima kasih Brian” ucap Nela.
“Brian,tea hangat untukku dan Shane mana?” Ucap Nicky.
“Tidak ada.Kalian kan bisa membuatnya sendiri” ucap Brian.
“Sebaiknya besok kau tidak masuk kuliah dulu” ucap Shane.
“Tidak Shane!Jika besok aku tidak masuk kuliah maka aku akan tertinggal pelajaran” ucap Nela.
“Ya baiklah,terserah kau saja” ucap Shane.
Mereka pun terus berbincang-bincang,tetapi mereka tidak tahu kalau mereka sedang diperhatikan oleh seorang Vampire.
“Nela,diminum dulu tea hangatnya” ucap Brian.
“Ya” ucap Nela seraya meneguk tea hangat buatannya Brian.
“Sebaiknya sekarang kau istirahat,kau pasti sangat lelah” ucap Shane.
“Iya Shane.Kau ini kenapa sangat cerewet?” Ucap Nela.
“Aku cerewet seperti ini karena aku sangat sayang padamu” ucap Shane.
“Baiklah,semuanya aku tidur dulu ya.Good night...” Ucap Nela seraya berjalan menuju kamarnya.
“Ya,good night too and have a nice dream Nela” ucap Brian.
Setelah sampai dikamarnya,Nela pun beranjak untuk tidur.
Namun tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk jendela kamarnya.
“Siapa itu?” Ucap Nela seraya berjalan menuju jendela kamarnya.
Dia pun membuka jendela kamarnya,dan sungguh tak pernah dia duga kalau seseorang yang mengetuk jendela kamarnya adalah Mark.
“Mark!” Ucap Nela yang sangat terkejut melihat seorang pria yang berdiri diluar jendela kamarnya.
“Kenapa kau ada disini?” Ucap Nela.
“Tadi aku tak sengaja mengikuti mu” ucap Mark.
“Apa,kau mengikuti ku?” Ucap Nela terkejut.
Nela semakin yakin kalau Mark adalah seorang Vampire.
“Ya” ucap Mark.
“Untuk apa kau mengikuti ku?” Ucap Nela.
Namun Mark hanya terdiam seraya berjalan mendekati Nela.
Tak ada yang bisa dilakukan oleh Nela selain hanya berjalan mundur menjauhi Mark.
“Mark,aku tahu siapa dirimu sebenarnya.Tapi tolong jangan lukai aku” ucap Nela.
Namun lagi-lagi Mark hanya terdiam dan tetap berjalan mendekati Nela.
Dia terus berjalan mundur menjauhi Vampire itu,namun sayang kini dia tidak bisa berjalan mundur lagi karena dibelakangnya ada sebuah tembok yang berdiri kokoh dan menghalangi langkahnya.
Didalam hatinya dia sangat ingin memanggil Shane dan meminta bantuannya,tetapi dia tidak ingin Shane melukai Vampire itu.
Dengan cepat Vampire itu memeluknya,dan kini dia pasrah pada keadaannya yang sekarang.
“Shane, Andrew, aku sangat menyayangi kalian berdua!” Ucap Nela dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar