Tittle : Vampire Series “My Love is Vampire - Chapter III”
Genre : Fantasy | Romance | Thriller
Cast : Westlife | Other's
Tag : #Andrew #DavidReale #Fanfiction #Hayden #Nela #Vampire #Werewolf #Westlife
==================================================
Dan mereka pun makan malam bersama.
Seraya makan malam, Nela melihat arah jarum jam diruang makan dan waktu sudah menunjukkan pukul 19.00.
“Sudah jam 7 malam, Shane apakah nanti kita akan menjemput Andrew dibandara?” Ucap Nela.
“Entahlah, aku ingin menghubunginya tapi sepertinya tidak mungkin. Karena sekarang dia pasti sedang dibandara untuk menunggu waktu keberangkatan pesawatnya” ucap Shane.
“Lalu bagaimana? Tidak mungkin jika dia harus naik taksi dari bandara, karena ini sudah malam” ucap Nela.
Shane hanya terdiam seperti sedang berpikir.
“Aku akan menghubungi Andrew sekarang!” Ucap Nela seraya mengambil ponsel disakunya dan segera menghubungi Andrew.
“Apakah ponselnya aktif?” Ucap Shane.
“Menyebalkan! Ponselnya tidak aktif!” Ucap Nela.
“Ternyata dugaan ku benar, sekarang dia pasti sedang dibandara untuk menunggu waktu keberangkatan pesawatnya” ucap Shane.
“Baiklah, Shane aku pinjam mobilmu!” Ucap Nela.
“Kau mau kemana?” Ucap Shane.
“Aku mau menunggunya dibandara, karena aku tidak akan membiarkannya naik taksi sendiri dari bandara karena ini sudah malam” ucap Nela.
“Kau jangan terburu-buru seperti ini. Sudahlah lebih baik kita tunggu saja sampai dia datang. Dan sekarang habisi makan malam mu” ucap Shane.
Nela hanya menarik nafas panjang. Dan mereka kembali melanjutkan makan malamnya.
-------------------
4 jam pun berlalu...
Nela dan Shane sedang duduk dan berbincang-bincang diruang tamu.
“Sudah pukul 11 malam, dan Andrew pun belum juga sampai” ucap Nela.
“Bersabarlah, sebentar lagi dia juga akan sampai. Lebih baik sekarang kau tidur, karena sekarang sudah larut malam” ucap Shane.
“Aku tidak akan tidur, sebelum Andrew datang!” Ucap Nela.
Tiba-tiba terdengar suara ketukkan pintu.
“Itu pasti Andrew!” Ucap Nela yang segera berlari menuju pintu rumahnya, dan diikuti oleh Shane.
Nela pun membuka pintu rumahnya, seorang pria bertubuh tinggi dan berambut agak kemerahan berlari menghampirinya dan memeluknya.
“Nela adikku!” Ucap pria itu.
“Andrew!” Ucap Nela menyambut hangat kedatangan pria itu.
Ya, pria itu adalah Andrew kakak kedua dari Nela.
“Aku sangat merindukanmu adikku. Sudah begitu lama kita tidak bertemu!” Ucap Andrew yang masih tetap memeluk Nela.
“Aku juga sangat merindukan mu Andrew” ucap Nela.
“Apakah kau tidak merindukan ku Andrew?” Ucap Shane seraya melipat kedua tangannya.
Andrew pun berjalan menghampiri Shane.
“Tentu saja aku juga merindukan mu Shane!” Ucap Andrew seraya memeluk Shane.
“Aku juga merindukan mu Andrew” ucap Shane seraya menepuk-nepuk pelan pundaknya Andrew.
“Ayo kita lanjutkan mengobrolnya didalam” ucap Shane seraya menutup pintu rumahnya.
Mereka pun berjalan menuju ruang tamu.
“Ternyata rumah ini tidak banyak mengalami perubahan” ucap Andrew seraya berjalan dan menarik koper miliknya.
“Ya begitulah, seperti yang kau lihat sekarang” ucap Shane.
“Aku sangat merindukan rumah ini” ucap Andrew seraya memperhatikan seluruh isi ruangan.
“Ya, karena kau sudah sangat lama meninggalkan kami dan rumah ini” ucap Shane.
“Ya” ucap Andrew seraya menarik nafas panjang.
Mereka pun terus berbincang-bincang hingga larut malam. Shane pun menoleh ke arah jarum jam yang ada diruang tamu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 00.30.
“Nela, sudah larut malam kau harus cepat tidur karena kau besok kuliah” ucap Shane.
“Tapi Shane, aku masih ingin mengobrol dengan Andrew” ucap Nela.
“Mengobrolnya kan bisa lanjutkan besok” ucap Shane.
“Ayo lah Shane, sebentar aja. Nanti aku akan tidur” ucap Nela seperti sedang memohon.
“Nela adik ku, Shane benar kau harus cepat tidur karena ini sudah larut malam. Tidak bagus untuk kesehatan mu jika kau masih terjaga hingga larut malam, pikiran dan tubuh mu kan juga butuh istirahat” ucap Andrew.
Nela pun menarik nafas panjang.
“Hehm, baiklah...” Ucap Nela.
“Ayo, aku akan mengantar mu kekamarmu” ucap Andrew.
“Good night Shane” ucap Nela.
“Good night my little sist” ucap Shane.
Nela dan Andrew pun berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya Nela.
“Sudah sangat lama, kau tidak mengantar ku kekamarku. Dan aku sangat merindukan hal itu” ucap Nela.
“Ya, aku juga sangat merindukan hal itu” ucap Andrew seraya merangkul pundaknya Nela dan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya Nela.
Mereka berdua terlihat begitu bahagia. Ya, mereka berdua memang sama-sama saling merindukan satu sama lain. Karena satu setengah tahun mereka tidak pernah bertemu.
“Siapa kekasih mu saat ini?” Ucap Nela.
“Tidak ada” ucap Andrew.
“Benarkah?” Ucap Nela seraya mengangkat kedua alisnya.
“Ya, saat ini aku ingin berfokus pada kuliah ku dulu” ucap Andrew.
“Itu sangat bagus kakak ku! Dan aku begitu suka dengan jawabanmu itu” Ucap Nela.
“Ya, bagaimana dengan mu? Siapa kekasih mu saat ini?” Ucap Andrew.
“Hehm, tidak ada” ucap Nela.
“Kau pasti sedang bercanda kan?” Ucap Andrew.
“Aku sedang tidak bercanda, dan saat ini aku memang belum memiliki kekasih” ucap Nela.
Mereka pun sampai didepan kamarnya Nela.
“Silahkan masuk” ucap Nela seraya memasuki kamarnya.
“Kamar mu juga tidak banyak mengalami perubahan” ucap Andrew seraya memasuki kamarnya Nela.
“Ya begitulah, aku memang tidak pernah mengubah dekorasi kamarku” ucap Nela seraya menaiki tempat tidurnya.
Andrew hanya mengangguk mengerti.
“Ya sudah, sekarang kau tidur ya. Good night adik ku, have a nice dream” ucap Andrew seraya mencium keningnya Nela.
“Good night too my brother Andrew, I very miss you” ucap Nela.
Andrew pun hanya tersenyum seraya ingin beranjak pergi dari kamarnya Nela, namun dengan cepat Nela menarik tangannya Andrew.
“Ada apa?” Ucap Andrew.
“Aku ingin kau menemani ku sampai aku terlelap” ucap Nela.
Andrew pun tersenyum kembali seraya duduk ditepi tempat tidurnya Nela. Andrew tahu, kalau adik satu-satunya itu memang sangat merindukannya.
Dan begitu juga pun dengannya, dia juga sangat merindukan Nela.
“I'll be loving you forever... Deep inside my heart you'll leave me never. Even if you took my heart, and tore it apart. I would love you still, forever... You are the sun, you are my light. And you're the last thing on my mind, before I go to sleep at night. You're always round when I'm in need, when trouble's on my mind you put my soul at ease. There is no one in this world who can love me like you do, that is the reason that I wanna spend forever with you” Andrew melantunkan sebuah lagu seraya mengusap-usap lembut rambutnya Nela.
Dan lagu itu dengan suara Andrew yang merdu dapat membawa Nela menuju alam mimpinya.
“Tidur yang nyenyak adikku, have a nice dream ya” ucap Andrew yang kembali mencium keningnya Nela.
Tak lama Shane pun datang.
“Sudah ku duga, kalau dia akan meminta mu untuk menemaninya sampai dia terlelap” ucap Shane seraya memasuki kamarnya Nela.
“Ya, seperti itu lah” ucap Andrew.
“Dia terlihat begitu merindukan mu” ucap Shane.
“Aku juga sangat merindukannya” ucap Andrew seraya memperhatikan wajahnya Nela yang sedang tertidur.
“Terima kasih Shane, kau telah menjaga Nela dengan begitu baik selama aku tidak melakukannya” ucap Andrew.
“Ya, itu juga adalah kewajiban ku. Karena dia adalah adikku, aku akan selalu menjaganya dengan begitu baik” ucap Shane.
“Rasanya aku tidak ingin meninggalkannya lagi, dan aku ingin tetap ada disampingnya untuk menemani dan menjaganya” ucap Andrew yang tidak berpaling dari pandangannya terhadap wajahnya Nela yang sedang tertidur.
“Sama seperti ku, aku juga tidak tega untuk meninggalkannya sendiri walaupun hanya sebentar saja. Bagiku dia begitu penting, selama ini dia yang selalu mengisi dan mewarnai hari-hari ku” ucap Shane.
Mereka berdua pun tersenyum melihat wajah Nela yang sedang tertidur.
“Baiklah, kau juga harus istirahat Andrew. Karena ku tahu, kau pasti begitu lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup lama untuk kesini” ucap Shane.
Mereka pun segera beranjak pergi meninggalkan kamarnya Nela.
Kamar mereka bertiga memang bersebelahan, dan sama-sama berada dilantai dua rumah mereka.
“Good night Shane” ucap Andrew seraya memasuki kamarnya.
“Ya, good night my little brother Andrew! Have a nice dream bro” ucap Shane yang juga memasuki kamarnya.
-----------------------
Seperti biasa Shane sudah terbangun untuk mempersiapkan sarapan pagi. Tak lama Nela pun datang, dan menghampirinya.
“Good morning Shane” ucap Nela seraya tersenyum.
“Good morning adik ku” ucap Shane tersenyum seraya mempersiapkan sarapan untuk pagi hari.
“Apakah Andrew belum bangun?” Ucap Nela.
“Belum, sepertinya dia begitu lelah karena menempuh perjalanan yang cukup panjang untuk kesini” ucap Shane.
“Hehm, aku ingin melihatnya ya” ucap Nela seraya berjalan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya Andrew.
Setelah sampai didepan kamarnya Andrew, perlahan Nela mengetuk pintu kamarnya Andrew namun tidak ada jawaban dari dalam kamarnya Andrew.
“Sepertinya Shane benar, Andrew memang masih tertidur” ucap Nela.
Nela pun mencoba membuka pintu kamarnya Andrew, dan ternyata pintunya tidak terkunci. Lalu dia segera memasuki kamarnya Andrew, dan menghampiri Andrew yang masih tertidur dengan lelap.
Perlahan Nela duduk ditepi tempat tidurnya Andrew.
“Sudah begitu lama, aku tidak melihat wajahnya yang sedang tertidur” ucap Nela seraya memperhatikan wajah tampannya Andrew yang sedang tertidur.
“Meskipun sedang tertidur, namun dia tetap terlihat sangat tampan” ucap Nela seraya tersenyum tanpa berpaling dari pandangannya terhadap wajah Andrew yang masih tertidur dengan lelap.
Perlahan dia menyentuh wajahnya Andrew, didalam hatinya dia begitu senang karena dapat menyentuh kembali wajahnya kakaknya itu ketika dia sedang tertidur. Ya, dari dulu Nela memang senang menyentuh wajahnya Andrew dan Shane ketika mereka sedang tertidur.
Namun tidak dengan sekarang, karena sekarang Shane selalu bangun lebih dulu darinya.
“Hehm, andai saja sekarang ini aku juga bisa menyentuh wajahnya Shane ketika dia sedang tertidur” gumam Nela pelan seraya tetap menyentuh wajahnya Andrew.
Tiba-tiba Andrew terbangun, dan menyadari kalau sejak tadi Nela menyentuh wajahnya ketika dia sedang tertidur. Nela pun sedikit terkejut, ketika Andrew terbangun dari tidurnya.
“Ternyata kau sudah bangun” ucap Nela.
“Kau sedang apa dikamarku?” Ucap Andrew.
“Hehm... A... Aku hanya ingin membangunkan mu saja, tetapi aku tidak tega ketika melihat wajah mu yang terlihat begitu lelah” ucap Nela.
“Aku tahu apa yang sebenarnya kau lakukan” ucap Andrew.
“Sudahlah, cepat kau mandi karena Shane sudah menunggu untuk sarapan pagi bersama” ucap Nela.
“Kau ini begitu lucu adik ku” ucap Andrew seraya mengacak-acak rambutnya Nela.
“Andrew! Jangan mengacak-acak rambutku, karena aku sudah bersiap untuk berangkat ke kampus!” Pekik Nela.
Andrew pun hanya tertawa kecil seraya memeluk Nela dari belakang.
“Aku sangat menyayangi mu adik ku!” Bisik Andrew tepat ditelinganya Nela.
“Andrew! Lebih baik sekarang kau cepat mandi, dan lepaskan pelukannya karena kau bisa membuat bajuku menjadi kusut!” pekik Nela.
Lagi-lagi Andrew hanya tertawa kecil, dan berjalan menuju kamar mandi yang ada dikamarnya.
“Huh, dasar Andrew! Aku kan sudah menyisir rambutku, tapi dia mengacak-acaknya” Gerutu Nela seraya berjalan keluar dari kamarnya Andrew.
Nela pun kembali berjalan menuruni anak tangga, dan menuju ke ruang makan.
“Bagaimana apa dia sudah bangun?” Ucap Shane.
“Ya, sudah. Dan sekarang dia sedang mandi” ucap Nela seraya merapikan rambutnya.
Tiba-tiba ponselnya Nela pun berbunyi, terlihat dilayar ponselnya “1 call from David Reale”. Dan ternyata itu adalah telepon dari David.
Nela pun mengangkat telepon dari David dan memulai pembicaraan ditelepon.
•••••••••••••••••
“Hallo Dav, ada apa?” Ucap Nela.
“Nela maaf ya, sepertinya pagi ini kita tidak bisa berangkat ke kampus bersama-sama karena aku ada urusan” ucap David.
“Ya, tidak apa-apa Dav” ucap Nela.
“Lalu bagaimana dengan mu? Kau berangkat kekampus dengan siapa?” Ucap David.
“Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku, nanti aku bisa berangkat sendiri atau aku akan meminta Shane atau Andrew yang mengantar ku ke kampus” ucap Nela.
“Oh, Andrew sedang ada disini” ucap David.
“Ya, kemarin malam dia baru datang dan sedang berlibur disini” ucap Nela.
“Ok, baiklah sekali lagi aku minta maaf ya. Sampai nanti di kampus” ucap David.
“Ya, see you Dav” ucap Nela mengakhiri pembicaraan ditelepon.
••••••••••••••
“Siapa itu Dav?” Ucap Andrew yang baru saja datang dari kamarnya seraya duduk dibelakang meja makan.
“Itu David, dia adalah senior dikampus ku” ucap Nela.
“Benarkah itu Shane?” Ucap Andrew.
“Ya” ucap Shane.
“Ayo kita sarapan, karena aku sudah begitu lapar” ucap Nela.
Dan mereka pun menyantap sarapan pagi bersama, namun tiba-tiba terdengar suara klakson mobil.
“Siapa itu? Apakah itu David?” Ucap Shane.
“Entahlah, biar ku lihat dulu” ucap Nela seraya berjalan keluar rumahnya.
“Hey! Hayden” ucap Nela ketika melihat seorang pria yang baru saja kemarin ia kenalnya.
Nela pun membukakan pintu pagar rumahnya.
“Morning Nela” ucap Hayden.
“Morning Hayden, ada apa?” Ucap Nela.
“Aku ingin mengajak mu untuk berangkat ke kampus bersama ku” ucap Hayden.
“Hehm baiklah, ayo masuk dulu” ucap Nela.
Mereka pun segera masuk kedalam rumahnya Nela, dan berjalan menuju ruang makan.
“Hey! Hayden” ucap Shane.
Andrew yang melihat seorang pria yang berdiri disamping adiknya itu, hanya bisa menduga kalau pria itu adalah kekasihnya Nela.
“Oh, ternyata pria ini adalah kekasihnya adikku. Shane, kenapa kau tidak memberitahu aku kalau Nela sudah memiliki seorang kekasih? Dan Nela, bukankah semalam kau bilang pada ku kalau saat ini kau belum memiliki kekasih” ucap Andrew heran.
Ternyata apa yang dikatakan oleh Andrew sama seperti yang Shane katakan, ketika mereka pertama kali melihat Hayden bersama dengan Nela.
“Andrew, dia bukan kekasih ku. Tapi dia adalah Hayden, dan dia juga senior ku dikampus ku” ucap Nela.
“Benarkah itu Shane?” Ucap Andrew.
“Ya, itu memang benar. Aku juga beranggapan seperti mu Andrew, aku pikir Hayden adalah kekasihnya Nela. Tetapi dugaan ku itu salah” ucap Shane.
“Hayden, ini adalah kakak ku yang kedua namanya Andrew. Dan Andrew ini adalah Hayden, senior dikampus ku” ucap Nela.
Mereka pun saling berjabat tangan seraya memperkenalkan diri mereka masing-masing.
“Baiklah, ayo kita sarapan dulu” ucap Shane.
“Terima kasih Shane, tadi aku sudah sarapan di apartemen ku” ucap Hayden.
“Ayo lah, kita sarapan pagi bersama” ucap Andrew.
Hayden menoleh ke arah, dan Nela hanya mengangkat kedua alisnya.
“Hehm baiklah” ucap Hayden.
Dan mereka pun sarapan pagi bersama-sama.
Setengah jam kemudian...
“Baiklah, Shane, Andrew, kami berangkat ke kampus dulu ya” ucap Nela.
“Iya adik ku, kau hati-hati ya” ucap Andrew.
“Ya, jaga diri mu ya” ucap Nela.
“Siap kakak-kakak ku!” Ucap Nela.
“Shane, Andrew, kami berdua berangkat ke kampus dulu ya. Maaf, aku sudah merepotkan kalian” ucap Hayden.
“Kau tidak merepotkan kami Hayden” ucap Shane.
“Hayden, aku titip Nela pada mu. Tolong jaga dia dengan baik, karena aku sangat menyayanginya” ucap Andrew.
“Ya, kau tenang saja. Aku akan menjaga dengan baik” ucap Hayden.
“Kalian hati-hati ya” ucap Shane dan Andrew.
“Iya” ucap Nela dan Hayden seraya berjalan menuju keluar rumah.
“Terima kasih ya” ucap Nela.
“Untuk apa?” Ucap Hayden seraya membukakan pintu mobil untuk Nela.
“Karena pagi ini, kau telah menjemput ku untuk berangkat ke kampus bersama dengan mu” ucap Nela seraya memasuki mobilnya Hayden.
“Ya, sama-sama” ucap Hayden seraya memasuki mobilnya dan segera menyalakan mesin mobilnya.
Dan mobil Hayden pun melaju meninggalkan rumahnya Nela dan menuju ke kampus mereka.
“Lagi-lagi aku membuat mu repot” ucap Nela.
“Sudah ku bilang, kau tidak pernah membuat ku repot” ucap Hayden seraya berfokus menyetir mobilnya.
Nela pun hanya tersenyum.
“Oh ya, maafkan Andrew ya karena dia pikir kau adalah kekasih ku. Sama halnya seperti Shane kemarin” ucap Nela.
“Ya, tidak apa-apa” ucap Hayden seraya tersenyum.
Tak lama mereka pun sampai dikampus mereka. Nela dan Hayden segera keluar dari mobilnya Hayden.
“Sekali lagi terima kasih ya, karena kau telah mengantar ku ke kampus” ucap Nela.
“Ya, sama-sama. Biar ku antar kau ke kelas mu” ucap Hayden.
Mereka pun berjalan menuju kelasnya Nela. Namun tiba-tiba David datang dan memanggil nama Nela dari belakang.
“Nela!” Pekik David seraya berlari menghampiri Nela dan Hayden.
Nela dan Hayden pun menghentikan langkah mereka, dan menoleh ke arah belakang.
“Hayden!” Ucap David terkejut ketika melihat Hayden sedang jalan bersama dengan Nela.
“Dav, kau mengenal Hayden?” Ucap Nela.
“Ya, tentu saja aku mengenalnya” ucap David.
“Jadi kalian berdua sudah saling mengenal” ucap Nela.
“Ya, kami sudah saling mengenal satu sama lain. Karena David adalah sepupu ku” ucap Hayden.
“Dav, kenapa kau tidak pernah cerita kepada ku kalau kau memiliki sepupu yang juga kuliah disini?” Ucap Nela.
“Karena hal itu tidak penting, jadi aku tidak pernah menceritakan hal itu kepada mu” ucap David dengan wajah yang terlihat sedikit kesal.
David pun pergi begitu saja, entah kenapa sepertinya David begitu tidak suka dengan Hayden.
“Sebenarnya ada apa dengan kalian? Kenapa kalian seperti tidak mengenal satu sama lain? Padahal kalian berdua bersaudara” Ucap Nela.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar