“Iya Dav, terima kasih kau sangat baik pada adik ku” ucap Andrew.
“Iya, sama-sama Andrew, Shane” ucap David.
“Nicky, Brian, aku pulang dulu ya” ucap David.
“Kenapa terburu-buru Dav, kita ngobrol-ngobrol saja dulu” ucap Nicky.
“Aku inginnya seperti itu, tapi masih ada sesuatu yang harus aku selesaikan Nick” ucap David.
“Baiklah, tapi lain waktu kita mengobrol bersama ya” ucap Nicky.
“Ya, pasti Nick” ucap David.
“Iya Dav, lain waktu kita mengobrol bersama” ucap Brian.
“Iya Bri” ucap David.
“Sekali lagi terima kasih untuk hari ini Dav. Lain waktu kita jalan-jalan ketaman itu lagi ya” ucap Nela.
“Iya, jika kau ingin datang ketaman itu lagi kau segera hubungi ku saja” ucap David.
Nela pun hanya tersenyum, dan David segera pergi meninggalkan rumahnya Nela.
Sementara Andrew, Nela, dan Shane segera berjalan menuju kamarnya Nela. Dan setelah sampai dikamarnya Nela, Nela pun segera duduk ditepi tempat tidurnya diikuti oleh Andrew dan Shane.
“Beristirahatlah sayang, rebahkan tubuhmu” ucap Shane.
Nela pun segera merebahkan tubuhnya diatas kasurnya.
“Sebaiknya kita hubungi dokter saja, aku takut terjadi pada mu my babe” ucap Andrew.
“Tidak perlu Andrew, aku baik-baik saja” ucap Nela.
“Ya sudah, sebaiknya kau istirahat sayang agar kesehatan mu cepat pulih kembali” ucap Shane.
“Ya, Shane benar my babe. Dan lagi pula besok kuliah mu libur kan?” ucap Andrew.
“Ya, mulai besok kuliah ku libur untuk menyambut musim dingin” ucap Nela.
“Ya sudah, sekarang kau istirahat ya sayang. Jika terjadi sesuatu, kau panggil kita saja” ucap Shane.
“Iya Shane” ucap Nela.
“Apa kau mau aku temani my babe?” Ucap Andrew.
“Tidak perlu Andrew” ucap Nela.
Shane pun menyelimuti tubuh Nela dengan selimut.
“Beristirahatlah sayang” ucap Shane seraya tersenyum.
“Istirahat ya my babe” ucap Andrew.
“Iya, my bro Andrew dan Shane” ucap Nela seraya tersenyum.
Andrew dan Shane pun membalas senyumnya Nela. Dan mereka segera beranjak pergi meninggalkan kamarnya Nela.
“Aku berharap Hayden baik-baik saja” ucap Nela.
---------------------------
Waktu pun sudah menunjukkan pukul 21.00. Dan malam ini Shane tidak pergi untuk berburu Vampire, karena Nela sedang kurang sehat.
“Kemana ya Hayden? Hari ini ia benar-benar tidak ada kabar” ucap Nela seraya duduk ditepi tempat tidurnya dan melihat kearah jendela kamarnya.
Nela pun mengambil ponselnya dan melihat ke layar ponselnya.
“Hayden tidak membalas pesan ku juga” ucap Nela seraya melihat ke layar ponselnya.
Dan Nela pun kembali melihat ke arah jendela kamarnya.
“Mark menghilang... Dan kini Hayden pun juga menghilang. Kemana ya mereka berdua?” ucap Nela.
Tiba-tiba Nela pun kembali teringat pada ucapannya Roland tadi siang saat ditaman.
“Mungkin Roland benar, sepertinya aku memang jatuh cinta pada Hayden. Dan aku sudah merasakan hal itu sejak pertama kali aku bertemu dengannya diperpustakaan” ucap Nela.
Nela pun berjalan kearah jendela kamarnya. Ia terdiam seraya melihat kearah luar jendela.
Malam yang sangat dingin, tidak seperti malam-malam sebelumnya. Ya, hal itu karena sekarang sedang turun salju.
“Hehm, musim dingin telah tiba. Tapi kini aku harus sendiri berada disini. Benar-benar membosankan” ucap Nela dalam hati.
Dan ia pun merasa mulai mengantuk.
“Lebih baik sekarang aku tidur, dan berharap mereka datang ke mimpiku” ucap Nela seraya berjalan ketempat tidurnya.
Nela pun segera naik ke tempat tidurnya, lalu ia segera merebahkan tubuhnya diatas kasur.
“Good night Hayden, Mark... Jaga diri kalian dengan baik” ucap Nela.
Dan ia pun mulai memejamkan matanya. Sementara Hayden baru saja tiba diapartementnya.
“Ternyata disini sudah malam, sepertinya aku terlalu lama di Canada. Hehm, dan hari ini cukup melelahkan...” ucap Hayden seraya merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Ia pun menoleh ke arah meja kecil yang ada didekat tempat tidurnya.
“Ternyata aku lupa membawa ponsel ku!” ucap Hayden ketika melihat ponselnya yang berada diatas meja kecil itu.
Hayden pun segera mengambil ponselnya.
“Bagaimana bisa aku lupa membawa ponsel ku?” ucap Hayden seraya melihat layar ponselnya.
“Apa? Ternyata dari tadi Nela menghubungi ku!” Ucap Hayden ketika melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Nela.
“Ia juga mengirim beberapa pesan. Ya ampun, bodohnya aku! Kenapa aku bisa lupa membawa ponsel ku?” ucap Hayden ketika melihat ada beberapa pesan dari Nela.
Hayden pun segera membaca beberapa pesan dari Nela.
“Aku harus segera kerumahnya Nela!” Ucap Hayden segera beranjak pergi kerumahnya Nela.
Setelah sampai dirumahnya Nela, Hayden pun tak lupa untuk berhati-hati agar kedatangannya tidak diketahui oleh Robert.
“Sepertinya Robert tidak ada disini” ucap Hayden seraya memperhatikan kearah sekitarnya.
“Nela!” Ucap Hayden ketika melihat Nela yang sedang tertidur.
Ia pun segera menghampiri Nela dan duduk ditepi tempat tidurnya Nela.
“Maafkan aku, seharian aku tidak mengabari mu” ucap Hayden.
Dan tiba-tiba Nela pun kembali mengigau dan memanggil-manggil nama Mark.
“Mark! Mark, dimana kau?”
“Lagi-lagi ia memanggil nama Mark...” ucap Hayden seraya menarik nafas.
Dan Nela pun kembali mengigau, namun kini ia tidak memanggil-manggil nama Mark.
“Hayden! Hayden, kau ada dimana? Ku harap kau tidak melakukan hal yang bodoh!”
Sontak Hayden pun sangat terkejut ketika mendengar Nela mengigau dan memanggil-manggil namanya.
“Apa? Nela memanggil-manggil nama ku didalam tidurnya?” ucap Hayden.
Hayden pun segera mendekati Nela, dan perlahan ia mengusap lembut rambutnya Nela.
“Kau tenang saja, sekarang aku ada disini bersama dengan mu” ucap Hayden seraya mengusap rambutnya Nela dengan lembut.
Nela pun kembali mengigau dan memanggil-manggil namanya Hayden.
“Hayden! Ku mohon jangan menyerahkan diri mu pada Roland! Jangan lakukan hal bodoh itu!”
“Aku tidak akan pernah menyerahkan diri ku pada Roland. Aku berjanji akan hal itu” ucap Hayden.
Dan tiba-tiba Nela pun kembali mengigau, namun kini ia menggigil kedinginan.
“Apa yang terjadi pada mu?” ucap Hayden seraya memegang keningnya Nela.
“Ya ampun, badannya panas sekali” ucap Hayden.
“Bagaimana ini? Tidak mungkin jika aku mengatakan hal ini pada Shane dan Andrew” ucap Hayden.
Hayden pun segera mendekap Nela yang sedang tertidur.
“Semoga cara ini dapat membuat mu hangat” ucap Hayden.
Hayden pun tetap mendekap Nela, dan ternyata cara itu dapat membuat suhu badannya Nela kembali normal.
Namun Nela pun kembali mengigau dan memanggil-manggil namanya Hayden.
“Hayden! Kau ada dimana?”
“Aku ada disini bersama dengan mu” bisik Hayden ditelingannya Nela.
Dan tiba-tiba Nela pun terbangun dari tidurnya.
“Hayden!” ucap Nela yang segera memeluk Hayden.
“Apa yang terjadi pada mu?” ucap Hayden.
“Kau kemana saja? Seharian ini kau tidak ada kabar sama sekali. Kau juga tidak mengangkat telepon dari ku, dan kau juga tidak membalas pesan ku” ucap Nela.
“Maafkan aku Nela, tadi aku pergi ke Canada untuk menengok kuburannya Rachel. Namun aku lupa membawa ponsel ku. Dan ketika aku melihat ponsel ku, ternyata ada beberapa panggilan dan pesan dari mu. Maka dari itu aku langsung kesini” ucap Hayden.
“Aku kira kau melakukan hal bodoh” ucap Nela.
“Hal bodoh? Menyerahkan diri pada Roland?” ucap Hayden.
“Ya” ucap Nela.
“Aku berjanji pada mu, aku tidak akan pernah menyerahkan diri pada Roland” ucap Hayden.
“Aku pegang janji mu Hayden!” ucap Nela.
“Tadi siang aku bertemu dengan Roland...” Belum selesai Nela berbicara, namun Hayden sudah memotong ucapannya.
“Lalu apa dia melukai mu?” ucap Hayden.
“Dia tidak melukai sedikit pun, namun dia mengatakan kalau ia akan tetap membunuh mu. Kau tahu, hal itu membuat ku begitu mengkhawatirkan diri mu” ucap Nela.
“Kau tenang saja, sampai kapanpun Roland tidak akan bisa membunuh ku” ucap Hayden.
“Jaga diri mu dengan baik Hayden, karena aku tidak ingin kehilangan dirimu” ucap Nela.
“Ya, aku akan selalu menjaga diriku” ucap Hayden.
“Malam yang begitu indah, aku bisa menghabiskan malam ini bersama dengan Nela” ucap Hayden dalam hati.
Nela pun segera melepaskan pelukannya.
“Maafkan aku, tiba-tiba aku memeluk mu” ucap Nela.
“Tidak apa-apa, itu adalah gerakan repleks” ucap Hayden.
Sekarang Nela bisa bernafas dengan sedikit lega, karena sekarang Hayden bersama dengannya. Namun ia belum bisa tenang, karena Roland terus mengejar-ngejar Hayden.
“Aku senang, sekarang kampus kita sudah libur” ucap Nela.
“Ya, aku juga senang. Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan?” ucap Hayden.
“Jalan-jalan? Kemana?” ucap Nela.
“Terserah kau mau jalan-jalan kemana. Keliling dunia pun juga tidak apa-apa” ucap Hayden.
“Keliling dunia? Dalam waktu sehari kita bisa keliling dunia?” ucap Nela yang sedikit terkejut.
“Ya, dalam waktu sehari kita bisa keliling dunia. Apa kau lupa, kalau aku adalah seorang Jumper?” ucap Hayden.
“Tentu saja aku tidak akan lupa dengan hal itu” ucap Nela.
“Lalu kau ingin jalan-jalan kemana? Tempat apa yang ingin kau kunjungi?” ucap Hayden.
“Entahlah, aku bingung” ucap Nela.
“Atau kita pergi ke perpustakaan saja?” ucap Hayden.
“Aku bosan pergi ke perpustakaan” ucap Nela.
“Kalau aku tidak bisa bosan pergi ke perpustakaan” ucap Hayden.
“Kenapa?” ucap Nela.
“Karena di perpustakaan pertama kali kita bertemu dan saling mengenal satu sama lain” ucap Hayden seraya menatap Nela.
Nela pun hanya tersenyum seraya menundukkan kepalanya. Lalu ia pun berjalan menuju jendela kamarnya.
“Salju yang begitu indah... Aku jadi ingin keluar rumah untuk melihat salju-salju itu secara langsung” ucap Nela.
“Kau ingin keluar? Apa ingin aku temani?” ucap Hayden seraya berjalan menghampiri Nela.
“Ya, jika kau tidak merasa direpotkan oleh ku” ucap Nela.
“Tentu saja tidak. Tapi diluar begitu dingin” ucap Hayden.
“Memangnya kenapa kalau diluar begitu dingin?” ucap Nela.
“Kau kan sedang kurang sehat. Tadi saja kau sempat menggigil kedinginan” ucap Hayden.
“Ya, tadi memang aku sempat merasa kendinginan namun tiba-tiba saja tubuhku terasa begitu hangat” ucap Nela.
“Ya, itu karena aku mendekapmu” ucap Hayden dalam hati.
“Tapi entahlah, aku tidak tahu apa yang membuat tubuhku menjadi hangat. Dan sekarang aku sudah merasa lebih baik dari sebelumnya” ucap Nela.
“Baiklah, tapi sebaiknya kau pakai jaket yang tebal dan sarung tangan karena diluar begitu dingin” ucap Hayden.
“Tidak perlu, karena aku tidak akan kendinginan. Sudahlah, ayo kita pergi” ucap Nela.
“Nela, kau jangan keras kepala. Pakailah jaket yang tebal, karena aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu!” ucap Hayden seraya menahan tangannya Nela.
“Ya, baiklah aku akan memakai jaket yang tebal” ucap Nela.
Dan Nela pun segera berjalan menuju lemarinya, lalu ia mengambil sebuah jaket yang cukup tebal.
“Ini aku sudah membawa jaketnya” ucap Nela.
“Cepat kau pakai jaket itu agar kau tidak merasa kedinginan” ucap Hayden.
Nela pun segera memakai jaket itu.
“Sarung tangannya mana?” ucap Hayden.
“Sudahlah, aku tidak ingin memakai sarung tangan” ucap Nela.
“Ya sudah, ayo kita pergi” ucap Hayden seraya menggandeng tangannya Nela.
Mereka pun hanya berjalan mendekati jendela kamarnya Nela, namun tiba-tiba mereka menghilang begitu saja.
“Sekarang kita sudah berada diluar rumahmu” ucap Hayden.
“Ya, kau benar Hayden!” ucap Nela.
Hayden pun hanya tersenyum.
“Salju yang sangat indah. Sudah cukup lama aku merindukan saat-saat seperti ini” ucap Nela.
Hayden pun hanya tersenyum seraya berjalan menghampiri Nela.
“Apa kau mempunyai kenangan saat turun salju seperti ini?” ucap Nela.
“Ya” ucap Hayden.
“Apa kenangan itu?” ucap Nela.
“Saat Rachel masih ada, kami selalu menghabiskan waktu bersama ketika turun salju seperti ini. Kami selalu membuat boneka salju, bermain lempar-lemparan salju, sampai bermain ice skating bersama. Tapi itu semua tinggal kenangan saja” ucap Hayden seraya menundukkan kepalanya.
“Damn! Seharusnya tidak menanyakan hal itu! Karena sudah pasti kenangannya adalah bersama dengan Rachel!” ucap Nela dalam hati seraya memperhatikan Hayden.
“Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat mu bersedih. Dan seharusnya aku tidak menanyakan hal itu padamu” ucap Nela.
“Tidak apa-apa. Karena itu semua telah menjadi kenangan dimasa lalu, dan aku tidak ingin memikirkan yang telah tiada. Biarkan Rachel tenang disana, karena jika aku terus memikirkannya maka hanya akan mengundang air mata” ucap Hayden seraya menatap langit.
Nela pun hanya menganggukkan kepalanya.
“Lalu bagaimana dengan mu, apa kau juga mempunyai kenangan saat turun salju seperti ini?” ucap Hayden.
“Ya, dan kenangan itu hanya bersama dengan Shane. Karena setiap musim dingin tiba, aku hanya menghabiskan waktu bersama dengan Shane” ucap Nela.
“Apa saja yang kalian lakukan?” ucap Hayden.
“Kami hanya mengobrol bersama, membuat lagu bersama, sampai bernyanyi bersama” ucap Nela.
“Pasti sangat mengasyikkan ya?” ucap Hayden.
“Ya, itu memang sangat mengasyikkan. Tapi hal itu tidak akan terjadi lagi kalau Shane sudah menikah nanti” ucap Nela.
“Memangnya kenapa?” ucap Hayden.
“Karena ketika Shane sudah, ia akan menghabiskan waktu bersama dengan Gillian” ucap Nela seraya menatap langit.
“Jika kau tak merasa keberatan, aku siap menemani mu untuk menghabiskan waktu disaat musim dingin seperti ini atau kapan pun kau mau” ucap Hayden.
Nela pun menoleh ke arah Hayden seraya tersenyum. Dan Hayden pun hanya menaikkan kedua alisnya seraya ikut tersenyum.
Mereka pun terus mengobrol bersama seraya menikmati salju yang turun.
“Semakin lama semakin dingin ya” ucap Nela seraya menggosok-gosokkan kedua telapan tangannya.
“Sebaiknya kita pulang saja, karena semakin lama memang semakin dingin” ucap Hayden.
“Hehm... Nanti saja, aku masih ingin berada disini” ucap Nela.
Hayden pun hanya menganggukkan kepalanya.
Namun Nela terus menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.
Hayden yang memperhatikannya pun juga ikut menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya. Dan Hayden pun meraih kedua tangannya Nela, lalu ia segera melapisi kedua tangannya Nela dengan kedua tangannya seraya meniup-niupkannya.
“Bagaimana apa kau masih merasa kedinginan?” ucap Hayden yang terus melakukan aktifitasnya itu.
Nela pun hanya terdiam seraya memperhatikan Hayden.
“Hayden begitu tampan, dan ia pun juga sangat baik padaku” ucap Nela seraya memperhatikan Hayden.
“Nela, kenapa kau diam saja?” ucap Hayden.
Nela pun sedikit terkejut.
“Nela, apa kau masih merasa kedinginan?” ucap Hayden.
“Tidak, aku sudah merasa lebih hangat sekarang” ucap Nela.
“Baiklah, agar kau lebih hangat lebih baik kau pakai jaketku” ucap Hayden.
“Aku tidak mau!” ucap Nela.
“Memangnya kenapa?” ucap Hayden.
“Kau harus tetap pakai jaketmu, agar kau tidak kedinginan” ucap Nela.
Hayden pun hanya tersenyum.
“Ya sudah, lebih baik kita pulang saja” ucap Nela.
“Baiklah, ayo kita pulang” ucap Hayden seraya menggandeng tangannya Nela.
Dan mereka pun segera kembali ke kamarnya Nela.
“Terima kasih ya kau telah menemani untuk menikmati salju yang turun” ucap Nela seraya melepas jaket yang ia pakai.
“Ya, sama-sama. Aku selalu siap untuk menemanimu, kapan pun kau mau” ucap Hayden.
Nela pun hanya tersenyum.
“Bagaimana apa kau sudah punya rencana untuk jalan-jalan besok?” ucap Hayden.
“Sepertinya belum ada, mungkin aku ingin menghabiskan waktu dirumah saja karena diluar sangat dingin” ucap Nela.
“Hehm, ya kau benar juga. Diluar memang sangat dingin” ucap Hayden seraya menganggukkan kepalanya.
“Oh ya, kau mau minum apa?” ucap Nela.
“Tidak perlu repot-repot, aku tidak ingin minum. Lagi pula ini sudah larut malam, sebaiknya kau tidur kembali” ucap Hayden.
“Aku belum mengantuk, tapi jika kau sudah mengantuk kau boleh pulang. Tidak apa-apa aku sendirian disini” ucap Nela.
“Aku juga belum mengantuk, tapi ini kan sudah larut malam kau harus segera tidur” ucap Hayden.
“Hayden, kenapa kau begitu cerewet seperti kakak-kakak ku?” ucap Nela seraya duduk ditepi tempat tidurnya diikuti oleh Hayden.
“Aku cerewet karena aku sangat sayang padamu” ucap Hayden dalam hati.
Hayden pun hanya terdiam seraya memperhatikan Nela.
“Kenapa kau memperhatikanku seperti itu?” Ucap Nela yang menyadari kalau Hayden sedang memperhatikannya.
“Tidak apa-apa” ucap Hayden.
Tiba-tiba ponselnya Hayden pun berdering.
“Sebentar ya” ucap Hayden seraya mengambil ponselnya didalam saku celananya.
Hayden pun melihat ke layar ponselnya, dan ternyata ada sebuah pesan.
“Gustin?” ucap Hayden seraya melihat kelayar ponselnya.
“Hayden! Kau ada dimana? Tadi Roland datang kesini, dan hampir saja aku tertangkap olehnya tapi untungnya aku bisa melarikan diri darinya”.
“Apa? Roland datang ke Canada?” ucap Hayden ketika selesai membaca pesan itu.
“Ada apa?” ucap Nela.
“Roland datang ke Canada, sepertinya ia baru tahu kalau tadi aku pergi ke Canada” ucap Hayden.
“Dari mana kau tahu kalau Roland datang ke Canada?” ucap Nela.
“Aku tahu dari temanku yang bernama Gustin. Ia juga seorang Jumper sepertiku” ucap Hayden.
“Jadi itu pesan dari Gustin?” ucap Nela.
“Ya, sekarang ia masih tinggal di Canada. Dan ia bilang, tadi Roland datang menemuinya” ucap Hayden.
“Lalu apa Roland berhasil menangkap Gustin?” Ucap Nela.
“Tidak, itu karena Gustin bisa melarikan diri dari Roland” ucap Hayden.
“Kau harus sangat berhati-hati Hayden! Jangan sampai Roland berhasil menangkapmu, dan ku mohon jangan pernah menyerahkan dirimu pada Roland” ucap Nela.
“Kau tenang saja, Roland tidak akan pernah berhasil menangkapku. Dan aku tidak akan pernah menyerahkan diriku padanya. I'm promise with you!” Ucap Hayden.
“Tapi tetap saja aku selalu mengkhawatirkan hal itu” ucap Nela seraya menundukkan kepalanya.
“Tenang saja, kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Dan lebih baik sekarang kau tidur, karena ini sudah larut malam” ucap Hayden seraya tersenyum.
“Ya, baiklah...” Ucap Nela seraya merebahkan tubuhnya diatas kasur.
“Ya sudah, sekarang kau tidur ya” ucap Hayden.
“Hayden...” Ucap Nela.
“Ya, ada apa?” Ucap Hayden.
“Jangan pernah ulangi hal seperti tadi, karena aku begitu khawatir jika tak ada kabar darimu” ucap Nela.
Hayden pun tersenyum.
“Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf padamu karena telah membuatmu sangat mengkhawatirkan aku. Tadi aku lupa membawa ponselku, tapi aku berjanji aku tidak akan mengulanginya” ucap Hayden.
Nela pun menganggukkan kepalanya.
“Ya sudah, sekarang kau tidur ya. Good night and have a nice dream. Besok aku akan menemuimu lagi” ucap Hayden.
“Thanks for tonight Hayden” ucap Nela seraya tersenyum.
Hayden pun hanya tersenyum dan segera beranjak pergi dari kamarnya Nela.
---------------------
Esoknya, ketika Hayden sedang bersantai di apartementnya tiba-tiba ia di kagetkan oleh kedatangannya Gustin.
“Hayden!” ucap Gustin dengan nafas yang tergesa-gesa.
“Gustin! Ada apa?” ucap Hayden.
“Ini bahaya! Roland sedang mengikuti ku” ucap Gustin.
“Apa? Kau sedang tidak bercanda kan?” ucap Hayden.
“Hayden, tidak mungkin aku bercanda disaat yang tidak tepat seperti ini!” ucap Gustin seraya mengatur nafasnya.
“Lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?” ucap Hayden.
“Tidak ada yang bisa kalian lakukan. Karena aku sudah berada disini, dan siap untuk menangkap kalian!” ucap Roland yang tiba-tiba datang.
“Roland, kenapa kau selalu datang disaat yang tidak tepat?” ucap Hayden.
“Karena jika aku datang disaat yang tepat, maka kalian pasti akan segera melarikan diri” ucap Roland.
“Roland, apa kau tidak lelah terus-menerus mengejar kami?” ucap Gustin.
“Tentu saja tidak. Aku tidak akan pernah lelah mengejar kalian sampai aku berhasil membunuh kalian! Dan sepertinya ini saat yang tepat, karena aku bisa membunuh dua orang Jumper dalam waktu yang bersamaan” ucap Roland.
“Hayden, bagaimana ini? Aku tidak ingin mati ditangan Roland!” ucap Gustin pelan.
“Kau tenang saja!” Ucap Hayden.
“Sekarang kalian tidak akan bisa melarikan diri lagi, karena aku sudah menyiapkan tali khusus untuk mengikat kalian dan kalian tidak akan bisa bebas dari tali ini” ucap Roland seraya mengambil sebuah tali yang cukup panjang dari dalam tasnya.