Jumat, 05 Juni 2015

My Love is Vampire - Chapter XVI

Saat malam tiba, Nela berencana untuk pergi ke hutan untuk mencari Mark.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00. Dan Nela sudah bersiap-siap untuk pergi ke hutan.

“Aku harus pergi ke hutan itu!” Ucap Nela seraya bergegas.

Dia pun menoleh ke arah jendela kamarnya untuk memastikan kalau Robert sedang tidak mengawasi gerak-geriknya.

“Syukurlah, Robert sedang tidak mengawasi ku” ucap Nela seraya beranjak pergi dari kamarnya.

Setelah keluar dari kamarnya, Nela pun menoleh ke kamarnya Andrew dan Shane.

“Sepertinya mereka ada dikamarnya masing-masing” ucap Nela ketika melihat ke arah pintu kamar kakak-kakaknya.

Perlahan Nela pun berjalan menuruni anak tangga.

“Maafkan aku Andrew, Shane, aku harus tetap pergi ke hutan itu untuk mencari petunjuk tentang keberadaannya Mark” ucap Nela ketika membuka pintu rumahnya.

Nela pun tetap berjalan dengan hati-hati agar gerak-geriknya tidak diketahui oleh kakak-kakaknya.
Sejenak ia melihat ke arah jarum jam di jam tangannya.

“Lebih baik aku jalan kaki saja” ucap Nela.

Nela pun segera pergi menuju hutan, ia memilih untuk melewati jalan pintas agar cepat sampai dihutan itu.
Dan suasana saat itu memang begitu sepi, tidak ada satu pun orang yang berjalan kaki.

“Kenapa malam ini begitu sepi?” Ucap Nela seraya tetap berjalan.

Nela pun terus berjalan menyelusuri jalanan yang sepi itu. Dan tiba-tiba ia melihat Mark berdiri didepannya dan menghalangi jalannya.

“Berhenti! Pulang lah, dan jangan lanjutkan perjalanan mu!” Ucap Mark.

“Mark!” Ucap Nela yang segera menghampiri Mark.

Namun tiba-tiba ada angin yang berhembus, dan Mark pun menghilang bersama angin itu.

“Ternyata hanya halusinasi ku saja...” Ucap Nela seraya menarik nafas panjang.

Nela pun menoleh ke arah sekitarnya. Namun tidak ada siapapun, hanya ada pohon-pohon cemara yang menjulang tinggi ke langit. Dan Nela pun kembali melanjutkan perjalannya.


**********


Tak butuh waktu lama untuk Nela sampai di hutan itu. Ya, itu karena ia lewat jalan pintas.
Nela pun sampai dihutan yang ia tuju. Namun ia sudah disambut oleh suara lolongan serigala yang cukup membuat bulu kuduk menjadi merinding. Namun seperti tidak ada rasa takut sedikit pun, Nela tetap berjalan memasuki hutan itu.
Ia terus berjalan menyelusuri hutan itu, dan lagi-lagi terdengar suara lolongan serigala.

“Sepertinya itu hanya suara lolongan serigala biasa...” Ucap Nela seraya tetap berjalan.

Ia pun terus berjalan seraya menoleh ke kanan dan ke kiri.
Dan tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang sedang membuntutinya dari belakang. Perlahan, Nela pun mencoba menoleh ke belakang.
Dan ternyata benar, ia memang sedang di ikuti oleh seorang pria.

“Siapa kau?” Ucap Nela ketika melihat seorang pria yang berdiri dibelakangnya.

“Akhirnya kau menyadari, kalau sejak tadi aku mengikuti mu” ucap pria itu.

“Kenapa kau mengikuti ku?” Ucap Nela.

Pria itu pun hanya tersenyum.

“Hey! Siapa kau? Dan kenapa kau mengikuti ku?” Ucap Nela.

“Apa kau ingin tahu siapa aku yang sebenarnya?” Ucap pria itu.

“Ya, tentu saja!” Ucap Nela.

“Baiklah, tapi ku harap kau tidak akan menyesal setelah kau tahu siapa aku yang sebenarnya” ucap pria itu.

“Apa maksud pria ini? Apa jangan-jangan dia juga seorang Vampire?” Ucap Nela dalam hati.

Pria itu pun berjalan mendekati Nela.

“Benarkah kau ingin tahu siapa aku yang sebenarnya?” Ucap pria itu.

“Ya” ucap Nela singkat.

“Apa kau yakin?” Ucap pria itu.

“Ya!” Ucap Nela.

“Baiklah kalau seperti itu. Dan sekali lagi ku harap kau tidak menyesal, setelah kau tahu siapa aku yang sebenarnya” ucap pria itu.

Pria itu pun berdiri didepannya Nela, dan tiba-tiba pria itu mengeluarkan sebuah lolongan panjang seperti serigala. Dan tentu saja, hal itu membuat Nela menjadi terkejut.

“Apa itu cukup?” Ucap pria itu.

“Jadi kau adalah seorang Werewolf?” Ucap Nela.

“Ternyata kau begitu pintar, padahal aku hanya mengeluarkan sebuah lolongan tapi kau sudah tahu siapa aku yang sebenarnya” ucap pria itu.

“Jadi kau benar-benar seorang Werewolf?” Ucap Nela.

“Ya, aku adalah seorang Werewolf” ucap pria itu.

Nela pun mulai merasa takut, ia takut kalau tiba-tiba pria itu menyerangnya.

“Malam-malam seperti ini kenapa kau ada disini? Apa kau tidak takut sendirian ada dihutan yang begitu seram ini?” Ucap pria itu.

“Aku sedang mencari seseorang” ucap Nela.

“Seseorang? Siapa? Memangnya dia hilang dihutan ini?” Ucap pria itu.

“Tidak” ucap Nela.

“Lalu?” Ucap pria itu.

Nela pun hanya terdiam.

“Oh ya, kita belum berkenalan. Nama ku adalah Mike William, kau bisa memanggil Mike. Dan siapa nama mu?” Ucap pria itu.

“Nama ku Nela” ucap Nela singkat.

“Nama yang bagus. Kau pasti masih takut pada ku ya? Tenang saja, aku tidak akan melukai mu” ucap pria itu.

“Benarkah?” Ucap Nela.

“Ya, kau tenang saja aku tidak akan menyerang atau melukai mu. Jadi kau tidak perlu takut pada ku” ucap pria itu.

Ternyata pria itu adalah seorang Werewolf, dan namanya adalah Mike William.

“Memangnya kau mencari siapa di hutan ini?” Ucap Mike.

“Hehm... Aku sedang mencari...” Ucap Nela.

Mike pun hanya menaikkan kedua alisnya.

“Jangan dekati dia!” Tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari arah belakangnya Mike.

Mike pun menoleh ke arah belakangnya.

“Robert” ucap Nela ketika melihat seorang pria yang berjalan menghampiri mereka.

“Kau kenal dengannya?” Ucap Mike kepada Nela.

“Ya, aku kenal dengannya” ucap Nela.

“Jangan dekati dia Mike!” Ucap Robert seraya berdiri tepat didepannya Nela.

“Memangnya kenapa?” Ucap Mike.

“Kau tidak tahu siapa wanita ini!” ucap Robert.

“Dia adalah seorang manusia kan? Dan dia berada disini karena dia sedang mencari seseorang” ucap Mike.

“Ya, dia memanglah seorang manusia. Lalu apa kau tahu siapa seseorang yang dia cari?” Ucap Robert.

Mike pun hanya menggelengkan kepalanya.

“Ternyata kau belum tahu siapa seseorang yang dia cari” ucap Robert.

“Memangnya siapa seseorang yang sedang dia cari?” Ucap Mike.

“Seseorang yang dia cari adalah Mark!” Ucap Robert.

“Apa? Mark? Vampire yang paling cepat itu kan?” Ucap Mike yang sedikit terkejut.

“Ya, seseorang yang dia cari adalah Mark Feehily. Seorang Vampire yang sangat cepat, dan lebih cepat dari Vampire yang lain” ucap Robert.

“Kenapa dia mencari Mark?” Ucap Mike yang mulai bingung.

“Karena Mark adalah kekasihnya!” Ucap Robert.

“Apa? Kau pasti sedang bercanda kan?” Ucap Mike.

“Aku sedang tidak bercanda! Dan wanita ini adalah kekasih dari Mark” ucap Robert.

“Nela, apa yang dikatakan Robert itu benar?” Ucap Mike.

“Ya, Robert benar. Aku adalah kekasihnya Mark, dan aku berada disini untuk mencarinya” ucap Nela.

Mike pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Lebih baik sekarang kau pergi dari sini Mike, jika kau tak ingin berurusan dengan aku dan Mark!” Ucap Robert.

“Kau tenang saja Robert, aku tidak akan menyakitinya” ucap Mike.

“Aku tidak bisa percaya dengan ucapan mu Mike” ucap Robert.

“Ayolah Robert, biarkan aku berada disini untuk sejenak” ucap Mike.

“Nela, lebih baik sekarang kita pergi dari sini!” Ucap Robert.

“Tapi aku sedang mencari Mark” ucap Nela.

“Percuma, kau tidak akan menemukannya. Karena sekarang Mark tidak ada dihutan ini” ucap Robert.

Dan lagi-lagi terdengar suara lolongan serigala.

“Nela, kita harus cepat pergi dari sini!” Ucap Robert seraya memegang tangannya Nela.

“Ya, sepertinya Robert benar. Kau harus cepat pergi dari sini, karena sebentar lagi para Werewolf yang lain pasti akan datang ke sini” ucap Mike.

“Ayo kita pergi!” Ucap Robert.

Dengan cepat Robert pun membawa Nela pergi dari hutan itu.


*********


Mereka pun sampai dirumahnya Nela.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau pergi ke hutan itu sendirian?” Ucap Robert.

“Aku ingin mencari Mark” ucap Nela.

“Nela, bukankah kau sudah tahu kalau Mark tidak ada dihutan itu?” Ucap Robert.

“Ya, aku tahu hal itu” ucap Nela.

“Lalu, kenapa kau tetap pergi ke hutan itu untuk mencarinya?” Ucap Robert.

“Aku hanya ingin tahu dimana Mark berada, dan aku pergi ke hutan itu dengan harapan aku dapat petunjuk tentang keberadaannya Mark” ucap Nela.

“Dihutan itu kau tidak akan mendapatkan petunjuk tentang kebaradaannya Mark. Karena saat ini, tidak ada satu pun yang tahu dimana Mark berada” ucap Robert.

“Tapi aku begitu merindukannya!” Ucap Nela.

“Aku tahu hal itu. Tapi kau tak perlu melakukan hal bodoh seperti tadi. Jika kau datang ke hutan itu sendirian, maka itu sama saja halnya kau menyerahkan diri mu kepada makhluk yang ada dihutan itu” ucap Robert.

Nela pun hanya terdiam seraya menundukkan kepalanya.

“Ku harap kau tidak pernah mengulangi hal bodoh seperti tadi” ucap Robert.

“Kau tak perlu khawatir, karena aku akan baik-baik saja. Lagi pula, tadi Mike tidak menyakiti ku sedikit pun” ucap Nela.

“Nela, kau tidak tahu kalau Mike adalah seorang pangeran Werewolf. Dia bukan Werewolf biasa, dan dia begitu kuat” ucap Robert.

“Pangeran Werewolf?” Ucap Nela.

“Ya, dia adalah seorang Pangeran Werewolf yang begitu kuat. Dan jika sedang menjadi Werewolf, dia bisa membunuh banyak orang dalam waktu yang cepat” ucap Robert.

Nela pun hanya terdiam seraya menundukkan kepalanya.

“Ku harap kau tidak pernah melakukan hal bodoh itu lagi. Karena jika Mark tahu, maka dia akan begitu marah” ucap Robert.

Nela pun bercerita kepada Robert kalau tadi ia bertemu dengan Mark.

“Apa? Kau bertemu dengan Mark?” Ucap Robert yang sedikit terkejut.

“Iya, tapi sepertinya itu hanya halusinasi ku saja. Karena ketika angin berhembus, dia menghilang begitu saja bersama hembusan angin itu” ucap Nela.

“Itu artinya Mark tahu kalau kau akan pergi ke hutan itu” ucap Robert.

“Benarkah?” Ucap Nela.

“Ya, maka dari itu ia datang bersama dengan angin untuk melarang mu agar kau tak pergi ke hutan itu” ucap Robert.

“Tapi kenapa ia pergi begitu saja?” Ucap Nela.

“Karena kau tidak mendengarkan ucapannya dan kau tetap pergi ke hutan itu” ucap Robert.

Nela pun hanya terdiam.

“Ya sudah, lebih baik sekarang kau tidur karena ini sudah larut malam” ucap Robert.

Nela pun segera merebahkan tubuhnya diatas kasurnya, namun tiba-tiba terdengar suara ketukkan pintu.

“Iya, siapa?” Ucap Nela.

“Ini aku sayang” ucap seseorang dari luar kamarnya Nela.

“Shane” ucap Nela kepada Robert.

“Ya sudah, aku harus cepat pergi dari sini. Tapi kau tenang saja, aku akan segera kembali setelah Shane pergi dari kamar mu” ucap Robert.

“Ya” ucap Nela.

Robert pun segera pergi dari kamarnya Nela.

“Iya Shane, masuk saja pintunya tidak ku kunci” ucap Nela.

“Baiklah sayang, aku akan masuk” ucap Shane dari luar kamarnya Nela.

Shane pun membuka pintu kamarnya Nela.

“Hi sayang, ku pikir kau sudah tidur” ucap Shane seraya berjalan menghampiri Nela.

“Belum Shane, ada apa?” Ucap Nela.

“Tidak apa-apa, aku hanya rindu pada mu” ucap Shane seraya duduk ditepi tempat tidurnya Nela.

“Rindu? Bukankah setiap hari kita selalu bersama?” Ucap Nela.

“Ya, kau benar setiap hari kita memang selalu bersama” ucap Shane.

“Lalu?” Ucap Nela.

“Aku akan lebih merindukan mu lagi ketika aku sudah menikah nanti” ucap Shane.

“Kenapa bisa seperti itu? Bukankah kita tetap bisa bertemu setelah kau menikah nanti” ucap Nela.

“Ya, yang ku rindukan adalah saat-saat dimana kita bisa menghabiskan waktu berdua seperti saat ini. Mungkin jika nanti aku sudah menikah, maka jarang sekali aku bisa menghabiskan waktu bersama dengan mu” ucap Shane.

Nela pun tersenyum dan segera memeluk Shane dari samping.

“Jangan khawatir kakak ku sayang, nanti kita tetap bisa menghabiskan waktu bersama meskipun hal itu jarang terjadi” ucap Nela.

“Maafkan aku adik ku, aku telah memisahkan kau dengan pria yang kau cintai. Aku memang bukan kakak yang baik untuk mu! Aku benar-benar menyesal telah melakukan hal bodoh itu!” Ucap Shane.

“Tidak apa-apa Shane. Aku tahu kau melakukan hal itu demi kebaikkan ku juga, karena kau takut kalau tiba-tiba aku menjadi Vampire. Jangan menyalahkan dirimu sendiri Shane, karena ini bukanlah salahmu. Dan kau adalah kakak yang sangat baik untuk ku, aku sangat beruntung memiliki kakak seperti mu dan Andrew” ucap Nela.

Shane pun segera memeluk Nela dengan erat.

“Aku sangat sayang pada mu Nela, dan aku sangat bahagia memiliki adik seperti mu. Aku berjanji jika nanti aku sudah menikah, aku akan tetap meluangkan waktu ku untuk menghabiskan waktu bersama dengan mu. Karena menghabiskan waktu bersama dengan mu adalah hal yang sangat penting dalam hidup ku. Dan sebelum Gillian datang, kau lah yang selalu mengisi hari-hari ku, dan membuat hari-hari ku menjadi lebih berwarna” ucap Shane.

“Aku juga sangat bahagia memiliki kakak seperti mu Shane, dan aku juga sangat menyayangi mu Shane” ucap Nela.

Shane pun hanya tersenyum seraya tetap memeluk Nela dengan erat. Dan tiba-tiba Andrew pun datang.

“Ternyata kau ada disini Shane!” Ucap Andrew.

Shane pun melepaskan pelukannya.

“Ada apa Andrew?” Ucap Shane.

“Dari tadi ponsel mu terus-menerus berdering, dan itu begitu menganggu ku!” Ucap Andrew.

“Benarkah? Tapi kenapa aku tidak mendengarnya?” Ucap Shane.

“Entahlah. Lebih baik kau lihat dulu ponselmu” ucap Andrew.

“Baiklah. Nela, aku lihat ponsel ku dulu sepertinya itu telepon dari Gillian” ucap Shane.

“Iya Shane” ucap Nela seraya tersenyum.

Shane pun segera beranjak pergi menuju kamarnya. Dan Andrew pun berjalan menghampiri Nela.

“Kau belum tidur my babe?” Ucap Andrew.

“Belum, aku sedang mengobrol dengan Shane” ucap Nela.

“Aku pikir kau sudah tidur sejak tadi” ucap Andrew seraya duduk ditepi tempat tidurnya Nela.

Nela pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kalian sedang membicarakan apa? Sepertinya serius sekali, sampai Shane tidak dengar kalau ponselnya berdering” ucap Andrew.

“Kami hanya sedang membicarakan jika nanti Shane sudah menikah dengan Gillian” ucap Nela.

“Benarkah?” Ucap Andrew.

“Ya” ucap Nela.

“Tapi kenapa kelihatannya serius sekali?” Ucap Andrew.

“Itu mungkin karena kami terlalu larut dalam obrolan kami” ucap Nela.

Andrew pun hanya menganggukkan kepalanya.

“Kau sendiri sedang apa dikamar mu?” Ucap Nela.

“Aku hanya sedang mendengarkan musik” ucap Andrew.

Nela pun hanya menganggukkan kepalanya.

“Ya sudah, lebih baik sekarang kau tidur” ucap Andrew.

“Nanti saja aku belum mengantuk” ucap Nela.

“Tidurlah, ini sudah larut malam dan kau harus istirahat” ucap Andrew.

“Nanti saja Andrew” ucap Nela.

“My babe, kenapa kau begitu keras kepala?” Ucap Andrew.

“Bukankah kau juga begitu keras kepala?” Ucap Nela.

“Ya baiklah, terserah kau saja” ucap Andrew.

Nela pun hanya terdiam seraya memperhatikan Andrew.

“Kenapa kau memperhatikan ku seperti itu?” Ucap Andrew yang menyadari kalau Nela sedang memperhatikannya.

“Ternyata kau semakin tampan kalau sedang marah” ucap Nela.

“My babe! Kau ini!” Ucap Andrew seraya mencubit kedua pipinya Nela.

“Awww! Kenapa kau mencubit pipi ku?” Ucap Nela seraya memegang kedua pipinya.

“Kau tahu tidak, kalau aku tidak bisa marah pada mu” ucap Andrew.

Nela pun hanya tersenyum. Andrew pun segera memeluk Nela.

“Aku sangat sayang pada mu adikku” ucap Andrew.

“Aku juga sangat sayang padamu kakakku” ucap Nela.

“Ya sudah, lebih baik sekarang kau tidur ya” ucap Andrew seraya melepaskan pelukannya.

Nela pun hanya menganggukkan kepalanya, dan segera merebahkan tubuhnya diatas kasur.

“Good night my babe, and have a nice dream. I love you so much!” Ucap Andrew seraya mencium keningnya Nela.

“Good night too my bro, and have a nice dream. I love you so much!” Ucap Nela seraya tersenyum.

Andrew pun hanya tersenyum seraya menyelimuti tubuhnya Nela dengan selimut. Dan Andrew pun segera beranjak pergi dari kamarnya Nela.
Ketika Nela baru saja ingin memejam mata, tiba-tiba Robert datang.

“Ku pikir kau sudah tidur” ucap Robert.

“Belum, baru saja aku ingin memejamkan mata” ucap Nela.

“Ya sudah, kau tidur saja. Aku akan tetap berada disini untuk menjaga mu. Aku takut kalau Mike mengikuti kita sampai rumah mu” ucap Robert.

“Apa? Mike mengikuti kita sampai rumah ku?” Ucap Nela yang sedikit terkejut mendengar ucapannya Robert.

“Tidak tahu, aku hanya takut saja kalau ia mengikuti kita” ucap Robert.

Robert pun berjalan ke arah jendela kamarnya Nela, lalu ia melihat keluar jendela.

“Bagaimana? Apa dia mengikuti kita?” Ucap Nela.

“Aku tidak merasakan kehadirannya disini, dan aku juga tidak mencium bau Werewolf” ucap Robert.

“Itu artinya dia tidak mengikuti kita sampai rumah ku?” Ucap Nela.

“Ya, sepertinya tidak. Tapi aku harus tetap menjaga mu sampai pagi tiba” ucap Robert.

“Ya, baiklah kalau seperti itu” ucap Nela.

“Ya sudah, kau tidur saja. Dan kau tak perlu khawatir soal Mike” ucap Robert.

Nela pun hanya menganggukkan kepalanya seraya memejamkan matanya.


*********


Pagi pun tiba, seperti biasa Shane sudah bangun untuk menyiapkan sarapan untuk pagi ini. Dan tak lama Nela pun datang.

“Morning my bro” ucap Nela seraya duduk disebuah kursi dibelakang meja makan.

“Morning my little sist. Maaf ya sayang, semalam aku tidak bisa melanjutkan obrolan kita” ucap Shane seraya menyiapkan sarapan.

“Tidak apa-apa Shane” ucap Nela seraya tersenyum.

“Oh ya, Andrew mana?” Ucap Shane.

“Sepertinya ia masih dikamarnya, tapi kau tenang saja aku akan segera membangunkannya” ucap Nela seraya beranjak menuju ke kamarnya Andrew.

Shane pun hanya menganggukkan kepalanya seraya tetap menyiapkan sarapan.
Dan tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari luar.

“Ya, tunggu sebentar!” Ucap Shane.

Shane segera berjalan keluar untuk membukakan pintu pagar rumahnya.

“Hey! Nicky, Brian!” Ucap Shane ketika melihat dua orang sahabatnya.

Shane pun segera membukakan pintu pagar rumahnya. Dan Nicky, Brian, segera keluar dari mobilnya Nicky.

“Ayo silahkan masuk! Sekalian kita sarapan bersama, karena aku sedang menyiapkan sarapan” ucap Shane.

“Waw! Kau tahu saja Shane, kalau aku sedang lapar” ucap Brian.

Shane dan Nicky pun hanya tertawa kecil seraya menggeleng-gelengkan kepala mereka, dan mereka pun memasuki rumahnya Shane dan berjalan menuju ruang makan.

“Ayo, silahkan duduk” ucap Shane.

“Nela dan Andrew kemana? Apa mereka sedang pergi?” Ucap Nicky.

“Mereka sedang pergi Shane? Tapi sepertinya tadi aku melihat mobilnya Andrew” ucap Brian.

“Mereka sedang tidak pergi” ucap Shane.

“Lalu mereka kemana?” Ucap Brian.

“Nela sedang membangunkan Andrew, tapi entahlah kenapa ia belum kembali juga” ucap Shane.

“Mungkin mereka sedang mengobrol Shane” ucap Nicky.

“Ya, mungkin juga. Sebentar ya, biar aku panggil mereka” ucap Shane.

Baru saja Shane ingin beranjak pergi menuju kamarnya Andrew, tapi Nela dan Andrew sudah datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar