Saat malam tiba, Nela kembali mengigau dan memanggil-manggil nama Mark. Dan tentu saja Shane yang sedang berada dikamarnya mendengar adiknya yang sedang mengigau.
Dengan cepat Shane berlari ke kamarnya Nela.
“Sayang, apa yang terjadi?” Ucap Shane seraya menaiki tempat tidurnya Nela.
Nela pun tetap mengigau dan memanggil-manggil namanya Mark.
Dengan cepat Shane mendekap Nela dengan begitu erat, dan ia berharap cara itu dapat membuat adiknya menjadi tenang.
“Tenanglah sayang, kau tidak perlu mengkhawatirkannya. Aku yakin, dia pasti akan kembali untuk mu” ucap Shane seraya mengelus lembut rambutnya Nela.
“Ini memang salah ku, tidak seharusnya aku menyuruh Mark pergi...” Ucap Shane dalam hati.
“Maafkan aku Nela, aku bukan kakak yang baik untuk mu... Aku telah memisahkan mu dengan seorang pria yang kau cintai. Dan tidak seharusnya aku melakukan hal itu...” Ucap Shane seraya tetap mendekap Nela dan mengusap kepalanya dengan lembut.
Begitu terlihat penyelesan diwajah tampannya Shane. Dia benar-benar terlihat begitu menyesal, karena dia telah memisahkan adiknya dengan seorang pria yang ia cintai. Dan tiba-tiba Nela pun terbangun dari tidurnya.
“Shane!” Ucap Nela yang langsung memeluk Shane dengan begitu erat.
“Iya, ada apa sayang?” Ucap Shane.
“Aku memimpikan Mark, Shane” ucap Nela.
“Kau tenang ya sayang, dia akan baik-baik saja. Dan aku yakin dia pasti akan kembali untuk mu” ucap Shane yang berusaha membuat Nela tenang.
“Tapi aku begitu mengkhawatirkannya Shane. Dan aku begitu merindukannya...” Ucap Nela.
“Iya sayang, aku mengerti dengan apa yang sedang kau rasakan. Tapi kau jangan seperti ini, karena aku tidak tega melihat kau seperti ini. Tenangkan lah diri mu sayang, dan yakinlah dia pasti kembali pada mu” ucap Shane seraya mengelus lembut rambutnya Nela.
Nela pun hanya mengangukkan kepalanya.
“Sekarang kau tidur ya sayang, aku akan ada disini untuk menemani mu” ucap Shane.
Dan Nela pun kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur.
“Good night sayang, beristirahatlah. And have a nice dream adik ku” ucap Shane seraya mencium keningnya Nela.
“Good night kakak ku, I love you so much Shane” ucap Nela seraya tersenyum.
“I love you too my little sister Nela” ucap Shane seraya membalas senyumannya Nela.
Dan Nela pun kembali memejamkan matanya, sementara Shane tetap berada disamping Nela untuk menemani tidurnya.
“I love you sayang, karena kau aku tidak pernah merasa kesepian. Dan hanya kau yang selalu mewarnai hari-hari ku...” Ucap Shane seraya mengusap kepalanya Nela.
Shane pun tersenyum seraya memperhatikan wajahnya Nela yang sedang tertidur.
“Aku sangat beruntung memiliki adik seperti mu. Dan aku tidak pernah siap jika harus kehilangan mu sayang! I love you so much sayang” ucap Shane yang kembali mencium keningnya Nela.
*******
Pagi pun tiba, dan tanpa Shane sadari ia tertidur dikamarnya Nela.
Dan tak lama Shane pun terbangun dari tidurnya.
“Kenapa aku bisa tertidur dikamarnya Nela?” Ucap Shane.
Shane pun kembali mengingat-ingat kejadian yang semalam. Dan ia pun menghela nafas panjang seraya melihat ke arah jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 05.30.
“Kasihan ia masih tertidur... Lanjutkan tidur mu ya sayang. Aku harus mandi dan menyiapkan sarapan untuk pagi ini” ucap Shane seraya mencium keningnya Nela.
Shane pun beranjak pergi meninggalkan kamarnya Nela.
*******
Setelah selesai menyiapkan sarapan, Shane pun kembali ke kamarnya Nela.
Perlahan ia membuka pintu kamarnya Nela, dan ternyata Nela masih tertidur.
Shane pun segera menghampiri Nela dan duduk di tepi tempat tidurnya. Ia melihat ke arah jarum jam, dan waktu sudah menunjukkan pukul 06.00.
“Aku ingin membangunnya, tetapi aku tidak tega” ucap Shane seraya menatap wajahnya Nela.
Dan tiba-tiba Andrew pun datang.
“Sedang apa kau disini?” Ucap Andrew seraya duduk ditepi tempat tidurnya Nela.
“Aku ingin membangunkannya tetapi aku tidak tega karena semalam ia kembali mengigau dan memanggil-manggil namanya Mark” ucap Shane.
“Apa? Semalam ia mengigau lagi?” Ucap Andrew.
“Iya” ucap Shane.
“Ya ampun, my babe!” Ucap Andrew yang langsung mendekap Nela yang sedang tertidur.
“Ini gara-gara kau, Shane! Kalau saja kau tidak menyuruh Mark pergi, maka semua ini tidak akan terjadi!” Ucap Andrew.
“Iya Andrew, aku tahu ini adalah salah ku. Dan aku menyesal telah melakukannya” ucap Shane.
“Penyesalan mu sudah terlambat Shane! Aku tidak menyangka kau tega memisahkan adik mu dengan pria yang ia cinta, dan aku kecewa dengan mu Shane!” ucap Andrew.
Shane pun hanya terdiam seraya menundukkan kepalanya. Terlihat wajahnya yang begitu menyesal.
“Sekarang tidak ada yang dapat dilakukan Shane, karena sekarang kita tidak tahu dimana Mark berada” ucap Andrew.
“Aku berharap Mark cepat menemukan Vampire itu, agar dia bisa cepat kembali” ucap Shane.
“Aku juga berharap seperti itu, tetapi sepertinya tidak mudah untuk mencari Vampire itu. Karena tidak ada yang tahu dimana Vampire itu berada” ucap Andrew.
Dan tak lama Nela pun terbangun.
“Hey, kalian berdua ada disini” ucap Nela yang sedikit terkejut melihat kakak-kakaknya yang sedang duduk disampingnya.
“Iya, tadinya kami ingin membangunkan mu tetapi kami tidak tega karena sepertinya kau begitu lelah” ucap Shane.
Nela pun hanya menganggukkan kepalanya.
“Ya sudah sekarang aku ingin mandi dan siap-siap” ucap Nela.
“Baiklah, kami tunggu diruang makan ya” ucap Shane.
“Iya” ucap Nela seraya beranjak menuju kamar mandi.
“Ayo Andrew, kita tunggu diruang makan” ucap Shane.
Shane pun beranjak pergi meninggalkannya kamarnya Nela, dan diikuti oleh Andrew.
Setelah selesai, Nela pun segera berjalan ke ruang makan. Dan ternyata diruang makan ada David yang sedang mengobrol dengan Andrew dan Shane.
“Hey Dav!” Ucap Nela yang berjalan menghampiri David.
“Hey!” Ucap David yang menyambut hangat kedatangannya Nela.
“Akhirnya kau datang juga babe, baru saja aku ingin memberi tahu mu kalau David sudah menjemput mu” ucap Andrew.
“Maaf ya Dav, kau pasti sudah lama menunggu” ucap Nela seraya duduk disebuah kursi.
“Tidak apa-apa, aku baru saja tiba beberapa menit yang lalu” ucap David seraya tersenyum.
“Ayo kita sarapan bersama” ucap Shane.
Baru saja mereka ingin menyantap sarapan, namun tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari luar rumah.
“Biar aku saja yang lihat!” Ucap Nela seraya berjalan keluar rumahnya.
“Hey Hayden!” Ucap Nela ketika melihat seseorang yang keluar dari sebuah mobil.
Dan ternyata itu adalah bunyi klakson mobilnya Hayden.
“Hey!” Ucap Hayden seraya berjalan menghampiri Nela.
“Ayo, masuk dulu” ucap Nela.
Hayden dan Nela pun segera masuk kedalam rumahnya Nela, dan berjalan menuju ruang makan.
Setelah sampai diruang makan, David sedikit terkejut melihat kehadirannya Hayden. Begitu pun juga Hayden, yang juga sedikit terkejut melihat David yang sedang duduk disebuah kursi.
“Hey Hayden!” Ucap Shane.
Hayden pun hanya tersenyum.
“Silahkan duduk! Ayo kita sarapan bersama” ucap Shane.
Hayden pun segera duduk disebuah kursi. Dan mereka menyantap sarapan pagi bersama-sama.
“My babe, pagi ini kau dijemput oleh dua orang pangeran! Dan pasti kau bingung ingin diantar oleh siapa” ucap Andrew seraya menyantap sarapannya.
Andrew pun hanya mendapat sepasang tatapan dari Nela. Namun David dan Hayden hanya saling menatap satu sama lain.
“Biar adil, nanti kalian berangkat ke kampusnya bertiga saja” ucap Shane seraya menyantap sarapannya.
“Good idea my bro!” Ucap Andrew.
“Bagaimana? Apa kalian setuju?” Ucap Nela seraya menaikkan kedua alisnya.
“Ya, aku setuju” ucap Hayden.
David pun hanya terdiam seraya menyantap sarapannya.
“Bagaimana apa kau setuju Dav?” Ucap Nela.
“Ya baiklah, aku juga setuju” ucap David.
Nela pun hanya menganggukkan kepala seraya menyantap sarapannya.
“Menyebalkan! Kenapa harus berangkat ke kampus bertiga?” Ucap David dalam hati.
Tak lama mereka pun selesai menyatap sarapan pagi.
“Nanti kita kekampusnya pakai mobil ku saja” ucap Hayden.
“Lebih baik pakai mobil ku saja” ucap David.
“Tidak apa-apa Dav, pakai mobil ku saja” ucap Hayden.
“Hey! Kenapa kalian jadi bertengkar seperti anak kecil?” Ucap Nela.
“Nela, ke kampusnya pakai mobil ku saja ya?” Ucap David.
“Bagaimana kalau pakai mobil ku saja?” Ucap Hayden.
Nela pun hanya menarik nafas.
“Hey! What happens guys?” Ucap Andrew.
“Kalau kalian masih ingin bertengkar, lebih baik aku berangkat sendiri saja!” Ucap Nela.
“Wait my babe! Lebih baik biar aku saja yang mengantar mu ke kampus” Ucap Andrew seraya menahan tangannya Nela.
“Ya, sepertinya itu ide yang bagus my bro” ucap Nela.
“Baiklah, kau tunggu disini ya my babe. Aku akan mengambil kunci mobil ku dulu!” Ucap Andrew seraya berlari untuk menuju kamarnya.
“Lalu bagaimana ini?” Ucap David.
“Sudahlah, dari pada kalian jadi bertengkar lebih baik aku di antar oleh Andrew saja” ucap Nela.
“Ini gara-gara kau Hayden!” Ucap David.
“Bukankah ini gara-gara kau?” Ucap Hayden.
Dan tak lama Andrew pun kembali dengan membawa kunci mobil ditangan kirinya, dengan cepat ia segera menarik tangannya Nela.
“Ayo kita berangkat babe!” Ucap Andrew seraya menarik tangannya Nela.
Sedangkan David dan Hayden masih terus bertengkar.
“Hey!” Pekik Shane.
Dan tentu saja hal itu membuat David dan Hayden berhenti bertengkar.
“Nela nya mana Shane?” Ucap David.
“Kalian begitu sibuk bertengkar sampai kalian tidak sadar kalau Nela berangkat bersama dengan Andrew” ucap Shane.
Andrew dan Nela sudah berada didalam mobilnya Andrew, dengan cepat Andrew pun menyalakan mesin mobilnya.
“Nela, tunggu aku!” Ucap Hayden yang segera masuk kedalam mobil, dan langsung menyalakan mesin mobilnya.
“Maaf ya Shane, kami jadi bertengkar” ucap David.
“Iya tidak apa-apa” ucap Shane.
“Ya sudah, aku berangkat dulu ya Shane” ucap David.
“Ya, hati-hati David!” Ucap Shane.
David pun juga segera memasuki mobilnya, dan tak lupa ia juga menyalakan mesin mobilnya.
Dan tak lama mereka pun segera pergi menuju ke kampus.
Shane pun hanya tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Padahal ada dua orang pria yang mencintainya dan mereka adalah manusia, tetapi tetap saja Nela memilih seorang pria meskipun pria itu adalah seorang Vampire” ucap Shane.
Di perjalanan menuju kampus Nela hanya terdiam seraya merenungkan sesuatu.
“My babe!” Ucap Andrew seraya menyetir mobilnya.
Nela hanya terdiam tanpa mempedulikan Andrew yang memanggilnya.
“My babe, what happens?” Ucap Andrew.
Tetapi tetap saja Nela hanya terdiam tanpa mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya.
“My babe, kau pasti sedang memikirkan Mark ya?” Ucap Andrew seraya menyetir mobilnya dan sesekali menoleh ke arah Nela.
Ya, Andrew benar. Nela memang sedang memikirkan Mark, dan saat ini hanya Mark lah yang menghantui pikirannya.
“Mark, dimana kau? Aku begitu mengkhawatirkan diri mu... Aku mohon, cepatlah kembali Mark!” Ucap Nela dalam hati.
Saat ini memang tidak ada yang tahu dimana keberadaannya Mark. Begitu pun juga Kian, dan Robert, mereka sama-sama tidak tahu dimana sekarang Mark berada.
Entah, kemana Mark pergi untuk mencari Vampire it.
Dan tak lama mereka pun tiba dikampusnya Nela, namun Nela masih terdiam dan merenungkan sesuatu.
“My babe, kita sudah sampai dikampus mu” ucap Andrew.
Tetapi Nela tidak mempedulikan ucapannya Andrew, ia tetap terdiam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
“My babe, what your doing?” Ucap Andrew seraya menepuk pelan pundaknya Nela.
Dan hal itu tentu saja membuat Nela menjadi sedikit terkejut.
“Kita sudah sampai dikampus ya? Kenapa kau tidak memberi tahu ku?” Ucap Nela.
Andrew pun hanya menarik nafas panjang.
“My babe, aku sudah memberi tahu mu tetapi kau hanya diam saja. Kau pasti sedang memikirkan Mark ya?” Ucap Andrew.
Nela pun juga menarik nafas panjang.
“Iya, aku memang sedang memikirkan Mark...” Ucap Nela.
“My babe, sampai kapan kau ingin terus-menerus seperti ini? Kau seperti kehilangan semangat” ucap Andrew seraya memegang pundaknya Nela.
“Entahlah... Saat ini yang ada dipikiran ku hanyalah Mark. Aku benar-benar mengkhawatirkannya...” Ucap Nela.
“Aku tahu kau begitu mencintainya, tapi tolong jangan menyiksa dirimu dengan cara seperti ini. Tetaplah semangat my babe, dan yakinlah kalau Mark pasti akan kembali!” Ucap Andrew yang mencoba membangkitkan kembali semangatnya Nela.
“Bagaimana aku bisa tenang, kalau sekarang saja aku tidak tahu dimana ia berada?” Ucap Nela.
Andrew pun segera memeluk Nela.
“Tenanglah my babe, aku yakin ia pasti akan kembali! Tapi aku mohon, jangan menyiksa diri mu seperti ini. Tetaplah menjadi adik ku yang selalu ceria!” Ucap Andrew.
“Ya my bro” ucap Nela.
Andrew pun melepaskan pelukannya.
“Sekarang aku ingin melihat senyuman mu!” Ucap Andrew.
Dengan terpaksa Nela pun mencoba tersenyum.
“Nice! Aku begitu suka melihat senyum my babe!” Ucap Andrew.
“Ya sudah, aku masuk ke kampus dulu ya” ucap Nela.
“Ya my babe, jika nanti kau ingin aku menjemput mu maka langsung hubungi aku saja!” Ucap Andrew.
Nela pun hanya menganggukkan kepalanya seraya keluar dari mobilnya Andrew.