Minggu, 24 Mei 2015

My Love is Vampire - Chapter XIV

“Adik ku, sebaiknya sekarang kau tidur ya” ucap Shane.

“Tapi aku belum mengantuk Shane” ucap Nela.

“Adik ku, kau harus istirahat honey. Ayo aku akan mengantar mu ke kamar” ucap Shane seraya menuntun tangannya Nela.

Nela dan Shane pun berjalan menuju kamarnya Nela. Dan tiba-tiba ponselnya Shane berbunyi.

“Shane, ponsel mu berbunyi” ucap Nela.

“Biarkan saja” ucap Shane.

“Shane, coba kau lihat dulu mungkin saja itu pesan atau telepon penting” ucap Nela.

“Ya baiklah adik ku” ucap Shane seraya mengambil ponselnya yang berada didalam saku celananya.

“Telepon dari Gillian” ucap Shane seraya melihat ke layar ponselnya.

“Ya sudah, cepat kau jawab teleponnya” ucap Nela.

“Ya sudah, maaf ya aku tidak bisa mengantar mu sampai ke kamar” ucap Shane.

“Iya, tidak apa-apa Shane” ucap Nela seraya tersenyum.

“Good night my little sister and have a nice dream honey” ucap Shane seraya mencium keningnya Nela.

“Ya, good night too my bro Shane” ucap Nela seraya memasuki kamarnya.

Setelah sampai dikamarnya, Nela dikejutkan oleh seorang pria yang sedang duduk ditepi tempat tidurnya.

“Hey! Siapa kau? Kenapa kau ada dikamar ku?” Ucap Nela seraya menghampiri pria itu.

Pria itu pun menoleh ke arah Nela.

“Kau pasti yang bernama Nela kan?” Ucap pria itu.

“Ya, aku Nela. Tapi kenapa kau bisa tahu nama ku?” Ucap Nela yang terlihat bingung.

“Memangnya Mark belum cerita tentang aku?” Ucap pria itu yang semakin membuat Nela menjadi bingung.

“Siapa kau sebenarnya? Aku benar-benar tidak tahu siapa dirimu yang sebenarnya” ucap Nela.

“Aku adalah Robert Pattinson, kau bisa memanggil ku Robert. Aku adalah salah satu sahabatnya Mark, dan ku yakin Mark pasti sudah bercerita tentang diri ku kepada mu” ucap pria itu.

“Oh, ternyata kau yang bernama Robert” ucap Nela.

Pria itu adalah Robert Pattinson, sahabatnya Mark. Dan ia juga adalah seorang Vampire.

“Senang aku bisa bertemu dengan mu. Dan selama Mark pergi, aku yang akan menjaga dan melindungi mu” ucap Robert.

“Ya, terima kasih Robert” ucap Nela.

“Dan soal Roland kau tak perlu khawatir, akan ku pastikan ia tidak akan bisa melukai mu sedikit pun” ucap Robert.

“Oh, jadi Mark sudah cerita tentang Roland juga” ucap Nela.

“Ya, tentu saja ia sudah cerita tentang pak tua itu kepada ku” ucap Robert.

“Ya, sebenarnya aku tak ingin Mark pergi untuk mencari Vampire itu” ucap Nela.

“Tapi Mark harus tetap mencari Vampire itu, kalau ia ingin menjadi manusia kembali” ucap Robert.

“Memangnya tidak ada cara lain agar ia bisa kembali menjadi manusia?” Ucap Nela.

“Tidak ada, hanya itu satu-satunya cara agar seorang Vampire bisa kembali menjadi manusia” ucap Robert.

Nela pun hanya terdiam seraya menundukkan kepalanya.

“Kau tenang saja, Mark pasti akan kembali. Dan aku yakin ia pasti berhasil membunuh Vampire itu” ucap Robert.

“Tapi apakah Mark dapat menemukan keberadaan Vampire itu?” Ucap Nela.

“Kau tak perlu khawatir, Mark pasti bisa menemukan keberadaan Vampire itu karena dia sangat lah cepat” ucap Robert.

“Ya, meskipun dia sangat cepat tapi aku takut ia tidak dapat menemukan Vampire itu” ucap Nela.

“Percayalah pada ku, Mark pasti bisa menemukan Vampire itu” ucap Mark seraya menepuk pundaknya Nela pelan.

Nela pun hanya tersenyum.

“Baiklah, sekarang kau tidur ya. Dan aku akan tetap disini untuk menjaga mu” ucap Robert.

“Ya baiklah, sekali lagi terima kasih Robert” ucap Nela seraya tersenyum.

Robert pun hanya tersenyum. Dan Nela segera menaiki tempat tidurnya.

“Good night Robert” ucap Nela.

“Ya, good night too Nela” ucap Robert.

Dan Nela pun mulai memejamkan matanya, namun Robert tetap berada dikamarnya Nela untuk menjaganya.

Sementara Hayden dan Roland sedang berseteru di apartementnya Hayden.

“Hayden! Rupanya kau tidak mau juga menyerahkan diri mu kepada ku. Kalau seperti itu, wanita itu akan bernasib sama seperti Rachel” ucap Roland.

“Jangan lukai dia! Dia tidak salah apa-apa!” Pekik Hayden.

“Ya, jika kau menyerahkan diri kepada ku maka wanita itu akan aman dari ku. Namun sebaliknya jika kau tidak menyerahkan diri kepada ku, maka wanita itu akan bernasib sama seperti Rachel” ucap Roland.

Hayden pun hanya terdiam seraya menundukkan kepalanya.

“Kau hanya punya dua pilihan Hayden. Dan ku harap kau memilih pilihan yang benar” ucap Roland.

“Aku tidak bisa memilih diantara dua pilihan itu” ucap Hayden.

“Kau harus tetap memilih diantara dua pilihan itu!” Ucap Roland seraya mengcengkeram kerah bajunya Hayden.

“Tapi aku tetap tidak bisa memilih diantara dua pilihan itu” ucap Hayden.

“Itu artinya kau menyuruhku untuk memilih diantara dua pilihan itu? Baiklah kalau seperti itu, aku akan memilih diri mu! Karena selama ini aku hanya mengincar mu Hayden” ucap Roland yang masih mengcengkeram kerah bajunya Hayden.

“Ya, baiklah kalau seperti itu. Tapi tolong berikan aku waktu untuk bersama dengan Nela, karena aku sangat mencintainya” ucap Hayden.

“Hayden, seharusnya kau bisa berhenti mengharapkannya. Apa kau tidak ingat, kalau dia sudah memiliki seorang kekasih?” Ucap Roland seraya melepaskan cengkeramannya pada kerah bajunya Hayden.

“Aku tidak pernah peduli dengan hal itu. Karena aku tidak ingin kehilangan wanita yang ku cintai untuk yang kedua kalinya” ucap Hayden.

“Ya baiklah, terserah diri mu saja Hayden. Yang terpenting bagi ku adalah kau menyerahkan diri kepada ku!” Ucap Roland.

“Ya, kau tenang saja aku tidak akan lupa tentang hal itu” ucap Hayden.

Dan Roland pun segera pergi meninggalkan apartementnya Hayden.

“Syukurlah Roland sudah pergi” ucap Hayden seraya menarik nafas lega.

“Maaf Roland, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerahkan diri ku kepada mu! Dan aku juga tidak akan pernah membiarkan mu membunuh atau melukai Nela sedikit pun!” Ucap Hayden seraya merapikan kerah bajunya.

“Sebaiknya sekarang aku kerumahnya Nela, untuk memastikan kalau dia memang dalam keadaan baik-baik saja” ucap Hayden.

Dan Hayden pun segera pergi menuju rumahnya Nela.
Setelah sampai di rumahnya Nela, Hayden segera memasuki kamarnya Nela dan ia melihat seorang pria yang sedang duduk ditepi tempat tidurnya Nela.

“Siapa pria itu?” Ucap Hayden.

Dan Hayden pun segera menghampiri pria itu yang ternyata adalah Robert.

“Siapa kau? Dan kenapa kau ada dikamarnya Nela?” Ucap Hayden.

“Yang seharusnya bertanya itu adalah aku. Kau sendiri kenapa bisa ada disini?” Ucap Robert.

“Aku adalah seniornya Nela, dan aku berada disini untuk memastikan kalau Nela dalam keadaan baik-baik saja” ucap Hayden.

“Sepertinya kau bukan manusia biasa” ucap Robert.

“Dari mana kau tahu tentang hal itu?” Ucap Hayden.

“Kalau kau manusia biasa, tidak mungkin tiba-tiba kau bisa berada disini” ucap Robert.

“Ya, aku memang bukan manusia biasa. Lalu siapa kau sebenarnya? Kenapa juga bisa berada disini?” Ucap Hayden.

“Sepertinya kau memang harus tahu siapa aku sebenarnya. Aku adalah sahabatnya Mark. Dan aku berada disini untuk menjaga dan melindungi Nela selama Mark pergi” ucap Robert.

“Sahabatnya Mark? Dan itu artinya kau adalah seorang Vampire seperti Mark?” Ucap Hayden.

“Ya, kau benar. Aku adalah seorang Vampire, sama seperti Mark” ucap Robert.

“Sudah ku duga kalau kau juga seorang Vampire” ucap Hayden.

“Lalu siapa kau sebenarnya? Apakah kau seorang Jumper?” Ucap Robert.

“Ya, aku adalah seorang Jumper. Dan pasti kau tahu tentang hal itu dari Mark?” Ucap Hayden.

“Ya, Mark yang cerita kepada ku tentang hal itu” ucap Robert.

Tiba-tiba Nela pun mengigau dan memanggil-manggil nama Mark.

“Mark! Mark... Mark!”.

“Sepertinya dia sedang mengigau” ucap Robert.

“Meskipun sedang tidur tapi kau tetap saja memikirkan Vampire itu” ucap Hayden dalam hati.

Nela pun terus mengigau dan memanggil-manggil nama Mark, dan tentu saja hal itu membuat Andrew terbangun dan segera berlari ke kamarnya Nela.

“Baby, what happens?” Ucap Andrew dari luar kamarnya Nela.

“Itu suaranya Andrew, dan kita harus cepat pergi dari sini sebelum Andrew masuk!” Ucap Hayden pelan.

Robert pun hanya menganggukkan kepalanya, dan mereka segera pergi meninggalkan kamarnya Nela. Dengan cepat Andrew pun membuka pintu kamarnya Nela, dan segera berlari menghampiri Nela yang masih mengigau.

“Oh my babe, what happens with you?” Ucap Andrew seraya mengusap rambutnya Nela.

Nela pun terus mengigau dan memanggil-manggil namanya Mark.

“My babe, I know you very love him. But I not like to see you like this. Come on wake up my baby” ucap Andrew.

Andrew pun mencoba mendekap Nela yang sedang tertidur dan terus mengigau.

“Aku akan membuat mu tenang adik ku” ucap Andrew.

Tetapi hal itu tidak dapat membuat Nela berhenti mengigau. Dan Andrew pun tak patah semangat, ia tetap mendekap Nela seraya melantunkan sebuah lagu.

“I'll be loving you forever. Deep inside my heart you'll leave me never. Even if you took my heart, and tore it apart. I would love you still forever...” Andrew melantunkan sebuah lagu seraya tetap mendekap Nela.

Dan ternyata cara itu berhasil membuat Nela kembali tenang dan terlelap dalam tidurnya.

“Aku tidak tega melihat mu seperti ini adik ku...” Ucap Andrew seraya mengusap rambutnya Nela.

“Don't worry my baby, Mark will come back for you! I know, he's very love you too” ucap Andrew.

“Syukurlah, dia tertidur kembali... Aku benar-benar tidak tega melihatnya seperti ini” ucap Andrew.

Andrew pun menyelimuti tubuhnya Nela dengan selimut.

“Good night my baby. Beristirahatlah adik ku, lupakan sejenak semua masalah. I'm very love you!” Ucap Andrew seraya mencium keningnya Nela.

Andrew pun segera beranjak pergi meninggalkan kamarnya Nela.


-------------------


Pagi pun tiba, seperti biasa Shane sudah bangun lebih dulu untuk mempersiapkan sarapan pagi. Dan tak lama Andrew pun datang.

“Morning my bro!” Ucap Andrew.

“Morning my little brother” ucap Shane seraya mempersiapkan sarapan pagi.

“Oh ya Shane, semalam Nela mengigau dan memanggil-manggil nama Mark” ucap Andrew.

“Lalu?” Ucap Shane.

“Aku tidak tega Shane melihatnya seperti itu. Sepertinya dia benar-benar mencintai Mark” ucap Andrew.

“Ya, lalu kenapa Andrew?” Ucap Shane.

Andrew pun hanya terdiam.

“Kenapa kau hanya diam saja Andrew?” Ucap Shane.

“Sepertinya percuma jika aku mengatakannya kepada mu Shane...” Ucap Andrew.

“Kenapa seperti itu?” Ucap Shane.

“Karena kau tidak mengerti bagaimana perasaan adik kita saat ini. Dia benar-benar membutuhkan kehadirannya Mark” ucap Andrew.

Shane pun hanya terdiam seraya menatap Andrew.

“Ya, aku tahu Shane kau adalah seorang Vampire Hunter. Tapi aku yakin Mark tidak akan menyakiti Nela sedikit pun. Itu karena Mark berbeda dengan Vampire yang lain Shane,” ucap Andrew.

“Tapi tetap saja dia adalah seorang Vampire. Dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengizinkan adik ku menjadi kekasih dari seorang Vampire!” Ucap Shane.

“Ternyata kau juga begitu keras kepala Shane. Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaannya adik kita!” Ucap Andrew yang terlihat mulai emosi kepada Shane.

Shane pun hanya terdiam seraya tetap sibuk mempersiapkan sarapan pagi.

“Kenapa kau hanya diam saja Shane?” Ucap Andrew.

“Aku sedang tidak ingin bertengkar dengan mu, jadi lebih baik aku diam” ucap Shane.

“Kau benar-benar egois Shane! Kalau seperti itu lebih baik Nela tinggal bersama dengan ku di London!” Ucap Andrew seraya beranjak pergi.

Andrew pun menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya Nela.

“Kenapa Shane begitu egois seperti itu?” Ucap Andrew seraya berjalan menuju kamarnya Nela.

Setelah sampai didepan kamarnya Nela, Andrew pun mengetuk pintunya.

“My baby, apa kau sudah bangun?” Ucap Andrew.

“Ya, aku sudah bangun Andrew” ucap Nela dari dalam kamarnya.

“Baiklah, aku akan menunggu mu disini” ucap Andrew.

Dan tak lama Nela pun membuka pintu kamarnya.

“Morning my bro Andrew” ucap Nela.

“Morning my babe” ucap Andrew.

“Ayo kita sarapan bersama” ucap Nela.

“Kau sarapan duluan saja ya, aku sedang tidak ingin sarapan pagi” ucap Andrew dengan nada yang malas.

“Kenapa seperti itu? Tidak biasanya kau tidak ingin sarapan” ucap Nela yang terlihat heran.

“Entahlah, nanti aku sarapan di luar saja” ucap Andrew.

“Tapi Shane kan sudah memasak makanan untuk sarapan pagi ini” ucap Nela.

“Ya, tapi aku sedang tidak ingin sarapan dirumah” ucap Andrew.

“Andrew, apa kau sedang bertengkar dengan Shane?” Ucap Nela seraya menatap Andrew.

“Hehm... Tidak, kami sedang tidak bertengkar” ucap Andrew.

“Benarkah?” Ucap Nela seraya menaikkan kedua alisnya.

“Ya” ucap Andrew.

“Kalau seperti itu ayo kita sarapan bersama!” Ucap Nela seraya menarik tangannya Andrew.

“Tapi aku sedang tidak ingin sarapan” ucap Andrew.

“Aku tidak ingin mendengar alasan apapun dari mu Andrew!” Ucap Nela yang terus menarik tangannya Andrew.

Dan mereka pun sampai diruang makan.

“Morning my bro Shane” ucap Nela.

“Morning adik ku” ucap Shane.

“Aku sarapan diluar saja ya” ucap Andrew seraya beranjak pergi, namun dengan cepat Nela menahan tangannya.

”Tidak Andrew! Kau. harus sarapan dirumah, dan kita akan menyantap sarapan pagi bersama-sama” ucap Nela.

Andrew pun pasrah, karena dia tidak dapat menolak kata-katanya Nela. Dan mereka pun menyantap sarapan pagi bersama.

“Nela, sebaiknya kau tinggal bersama dengan ku di London” ucap Andrew.

“Tidak Andrew, aku akan tetap tinggal di Ireland” ucap Nela.

“Kenapa seperti itu? Kau tenang saja, aku akan selalu menjaga dan melindungi mu dengan begitu baik. Dan aku tidak akan melarang mu menjalin hubungan asmara dengan siapapun” ucap Andrew seraya melirik ke arah Shane.

“Maksud mu?” Ucap Nela.

“Ya, maksud ku adalah aku tidak akan melarang mu untuk berpacaran dengan siapapun” ucap Andrew.

“Tapi aku tidak ingin meninggalkan Ireland, dan aku ingin tetap berada disini” ucap Nela.

Shane yang sedang menyantap sarapannya hanya terdiam seraya menatap Andrew.j

Tidak ada komentar:

Posting Komentar