Tittle : Vampire Series “My Love is Vampire - Chapter XIII”
Genre : Fantasy | Romance | Thriller
Cast : Westlife & Other's
Tag : #Andrew #DavidReale #Fanfiction #Hayden #Nela #Vampire #Werewolf #Westlife
==========================================================================
Dan betapa terkejutnya Shane ketika ia melihat adiknya sedang mengobrol dengan seorang pria yang tidak ia kenal.
“Nela!” Pekik Shane.
Dan tentu saja suara Shane itu membuat Nela dan Mark terkejut dan segera menoleh ke arah Shane.
“Nela, siapa pria ini? Dan kenapa ia bisa berada didalam kamar mu” Ucap Shane.
“Hehm... Dia adalah... Hehm...” Ucap Nela yang terlihat sedikit gugup.
Dan lagi-lagi Shane mencium bau Vampire, dan kini bau Vampire itu sangat jelas. Dan ternyata bau Vampire itu berasal dari Mark.
“Ternyata bau Vampire itu berasal dari kau” ucap Shane seraya menunjuk ke arah Mark.
“Nela, kenapa bisa ada Vampire dikamar mu? Dan sejak kapan kau percaya kalau Vampire itu benar-benar ada?” Ucap Shane.
“Shane, maafkan aku sebenarnya aku begitu percaya kalau Vampire
itu benar-benar ada. Dan Mark ada bukti kalau Vampire itu memang
benar-benar ada, tapi aku mohon tolong jangan lukai dia karena dia
adalah Vampire yang baik” ucap Nela.
“Vampire itu tidak ada yang baik adikku! Mereka semua sama saja, sama-sama suka menghisap darah” ucap Shane.
Dan tak lama Andrew, Nicky, dan Brian pun datang.
“Shane, kenapa ada ribut-ribut?” Ucap Andrew.
“Andrew, Nicky, Brian, apa kalian masih ingin aku membuktikan kepada kalian kalau Vampire itu benar-benar ada?” Ucap Shane.
“Ya, tentu saja Shane. Karena aku tidak pernah percaya kalau Vampire itu benar-benar ada” ucap Brian.
“Pria ini adalah bukti kalau Vampire itu memang benar-benar ada!” Ucap Shane seraya menunjuk ke arah Mark.
“Apa? Pria ini adalah Vampire?” Ucap Brian yang terlihat begitu terkejut.
“Jika pria ini Vampire kenapa dia bisa ada disini?” Ucap Andrew.
“Silahkan kau tanya saja pada adik mu!” Ucap Shane.
“Nela, kenapa bisa ada Vampire disini?” Ucap Nicky.
“Jadi seperti ini ceritanya. Apakah kalian masih ingat ketika aku hampir saja digigit oleh Werewolf?” Ucap Nela.
“Ya, tentu saja kami masih mengingatnya” ucap Brian.
“Ku rasa kau juga masih mengingatnya Shane” ucap Nela.
“Ya, aku masih mengingatnya. Lalu apa hubungannya dengan Vampire ini?” Ucap Shane.
“Maafkan aku Shane, sebenarnya waktu itu lupa membawa pistol yang
sudah ku isi dengan peluru perak. Dan ketika ada Werewolf yang datang
dan ingin menggigit ku, tiba-tiba saja Mark datang dan menolong ku dari
Werewolf itu” ucap Nela.
“Jadi Vampire ini yang menolong mu dari Werewolf itu?” Ucap Andrew.
“Ya, dan sejak saat itu lah kami saling mengenal” ucap Nela.
“Aku berterima kasih pada mu karena kau telah menyelamatkan adik ku” ucap Shane kepada Mark.
“Ya Shane, sama-sama” ucap Mark.
“Tapi kenapa sekarang kau ada disini?” Ucap Shane.
“Kami hanya sedang mengobrol saja Shane” ucap Nela.
“Mengobrol? Apa yang kalian obrolkan?” Ucap Shane.
Dan tiba-tiba Shane mencium bau Vampire dari arah Nela.
“Adik ku, kenapa aku mencium bau Vampire dari arah mu?” Ucap Shane.
“Hehm, mungkin penciuman mu salah Shane” ucap Nela seraya menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
“Hey! Apa yang kau lakukan pada adik ku, kenapa tubuhnya jadi bau Vampire seperti mu?” Ucap Shane kepada Mark.
“Aku hanya memeluknya saja” ucap Mark.
“Apa? Kau memeluknya? Kenapa kau lakukan hal itu?” Pekik Shane.
“Karena aku mencintainya! Aku mencintai sejak pertama kita bertemu” ucap Mark.
“Apa? Kau mencintai adik ku?” Ucap Andrew yang terlihat begitu terkejut.
“Ya, aku benar-benar minta maaf tapi aku sungguh-sungguh mencintainya. Dan kami saling mencintai satu sama lain” ucap Mark.
“Nela my baby , kau juga mencintai Vampire ini?” Ucap Andrew.
“Iya my bro, aku juga mencintainya” ucap Nela.
“Adik ku, kenapa kau bisa mencintai Vampire ini? Apakah tidak ada
manusia yang kau cinta, sampai kau mencintai seorang Vampire?” Ucap
Shane.
“Tidak ada Shane, aku hanya mencintai Mark” ucap Nela.
“Adik ku, aku benar-benar tidak menduga kalau kau bisa mencintai seorang Vampire” ucap Shane.
“Maafkan aku Shane, aku tahu aku salah karena aku jatuh cinta
pada seorang Vampire, tapi aku benar-benar mencintainya” ucap Nela.
“Tapi adik ku, dia sangatlah berbahaya. Bagaimana jika tiba-tiba ia menggigit mu?” Ucap Shane.
“Kau tenang saja Shane, aku tidak akan melukainya atau menggigitnya sedikit pun” ucap Mark.
“Aku tidak pernah percaya pada ucapan seorang Vampire seperti mu!” Ucap Shane.
“Shane, kau tenang saja Mark adalah seorang Vampire vegetarian.
Dari awal ia menjadi Vampire, ia belum pernah meminum darah langsung
dari tubuh manusia” ucap Nela.
“Lalu kau percaya begitu saja dengannya?” Ucap Shane.
“Ya, tentu saja aku percaya dengannya. Karena Mark adalah Vampire yang baik” ucap Nela.
“Adik ku, jangan percaya begitu saja dengan ucapan seorang
Vampire seperti dia. Bisa saja ia berbohong pada mu agar kau tidak
merasa takut padanya” ucap Shane.
“Aku tidak berbohong Shane, dan aku memang belum pernah meminum darah manusia langsung dari tubuh manusia!” Ucap Mark.
“Diam kau! Atau kau ingin aku menembak kepala mu!” Ucap Shane.
“Silahkan saja, asalkan kau mengizinkan aku berpacaran dengan adik mu!” Ucap Mark.
Shane pun mulai emosi, terlihat sekali wajah tampannya kini berwarna merah seperti sedang menahan emosi.
“Oh, jadi kau ingin menantang ku? Apa kau tidak tahu kalau aku
adalah seorang Pemburu Vampire? Apa kau ingin mati ditangan ku seperti
Vampire-Vampire yang sudah aku buru?” Ucap Shane.
“Shane, aku tidak pernah takut pada pemburu Vampire seperti mu” ucap Nela.
“Kau ini benar-benar membuat ku marah!” Ucap Shane seraya ingin
berlari menuju kamarnya untuk mengambil sebuah alat untuk membunuh
Vampire, tapi Nicky menahan tangannya.
“Kenapa kau menghalangi ku Nick?” Ucap Shane.
“Shane, redamlah emosi mu. Sepertinya memang benar kalau Mark adalah Vampire yang baik” ucap Nicky.
“Vampire tidak ada yang baik Nick! Semua Vampire sama saja, sama-sama makhluk Peminum Darah!” Ucap Shane.
“Mark, sebaiknya kau jauhi adik ku. Karena aku tak ingin adik ku
menjalin hubungan asmara dengan seorang Vampire seperti mu!” Ucap Shane.
“Aku tidak akan pernah menjauhi adik mu Shane! Karena aku sangat mencintainya” ucap Mark.
“Tapi aku tidak akan pernah mengizinkan hubungan kalian berdua!
Aku tak ingin kalau nanti nya adik ku menjadi Vampire seperti mu!” Ucap
Shane.
“Kau tenang saja Shane, aku berjanji pada mu kalau aku tidak akan pernah mencicipi darahnya sedikit pun” ucap Mark.
“Sudahlah, aku tak ingin lagi melihat mu berada dirumah ku.
Sebaiknya sekarang kau pergi dari sini, dan jangan pernah kembali lagi!”
Ucap Shane.
“Shane, kenapa kau berbicara seperti itu? Jika Mark pergi, maka aku juga akan pergi!” Ucap Nela.
“Adik ku, kenapa kau begitu keras kepala? Dia adalah seorang
Vampire, dan aku tidak akan pernah mengizinkan kalau kau berpacaran
dengan seorang Vampire!” Ucap Shane.
“Tapi bagaimana jika aku sudah menjadi manusia?” Ucap Mark.
“Apa kau bisa menjadi manusia kembali?” Ucap Nela.
“Ya, tentu saja bisa” ucap Mark.
“Bagaimana caranya?” Ucap Nela.
“Caranya adalah aku harus membunuh seorang Vampire yang telah merubah ku menjadi Vampire seperti sekarang ini” ucap Mark.
“Lalu dimana Vampire itu berada?” Ucap Nela.
“Entahlah, sejak dia mengigit ku aku tidak pernah lagi bertemu dengannya. Dia seperti menghilang begitu saja” ucap Mark.
“Menghilang? Lalu bagaimana kau dapat membunuhnya kalau kau tidak tahu keberadaannya?” Ucap Nela.
“Aku harus mencarinya, dan setelah itu aku harus segera membunuhnya agar aku bisa kembali menjadi manusia seutuhnya” ucap Mark.
“Kemana kau akan mencarinya?” Ucap Nela.
“Aku juga tidak tahu akan mencarinya kemana, tapi aku akan tetap mencarinya dan membunuhnya” ucap Mark.
“Baiklah kalau seperti itu, aku berjanji kalau kau sudah menjadi
manusia maka aku akan mengizinkan kau berpacaran dengan adik ku” ucap
Shane.
“Benarkah?” Ucap Mark.
“Ya, dan sebaiknya sekarang kau cepat pergi dari sini. Dan jangan pernah kembali sebelum kau menjadi manusia!” Ucap Shane.
“Shane, berikan aku waktu sebentar untuk berbicara dengan adik mu” ucap Mark.
“Tidak! Apa kau tidak mendengar apa yang baru saja aku ucapkan?” Ucap Shane.
“Tapi Shane...” Ucap Mark.
“Cepat kau pergi dari sini atau aku akan menembak kepalamu!” Ucap Shane.
“Sebaiknya kau cepat pergi dari sini” ucap Andrew kepada Mark.
Dengan cepat Mark pun segera pergi meninggalkan rumahnya Nela.
“Kau begitu tega Shane! Mark hanya meminta waktu sebentar untuk
berbicara dengan ku, tapi kenapa kau tak memberikannya?” Ucap Nela.
“Karena aku tak ingin kau mengobrol dengan seorang Vampire!” Ucap Nela.
“Kau benar-benar tega Shane! Kau egois!!” Ucap Nela yang segera berlari masuk kedalam kamarnya.
“My babe, wait me!” Pekik Andrew seraya ingin mengejar Nela, namun Shane menahan tangannya.
“Biarkan saja dulu dia menyendiri” ucap Shane.
“Tapi Shane, aku tidak tega melihatnya” ucap Andrew.
“Andrew, ku harap kau tidak begitu keras kepala seperti Nela” ucap Shane seraya berjalan menuju kamarnya.
Andrew pun hanya terdiam seraya berjalan menuruni anak tangga di ikuti oleh Nicky dan Brian.
Sementara Nela hanya terdiam didalam kamarnya. Dan tiba-tiba Mark pun datang.
“Mark!” Ucap Nela seraya memeluk Mark dengan erat.
Mark pun hanya tersenyum.
“Aku mohon kau jangan pergi Mark. Kau tak perlu mencari Vampire itu” ucap Nela.
“My Love, aku harus tetap mencari Vampire itu agar aku bisa
kembali menjadi manusia dan Shane bisa mengizinkan hubungan kita berdua”
ucap Mark.
“Tapi Mark, aku tidak kau pergi meninggalkan ku. Pasti kau akan pergi begitu lama” ucap Nela.
“Kau tenang saja My Love, setelah aku berhasil menemukan dan membunuh Vampire itu aku akan segera kembali untuk mu” ucap Mark.
“Are you promise My Vampire?” Ucap Nela.
“Ya, I'm promise with you My Love” ucap Mark.
Nela pun hanya tersenyum.
“Mark, kenapa kau tidak menggigit ku saja? Dengan cara itu aku
akan berubah menjadi Vampire seperti mu, lalu kita akan tetap bersama
dan kau tidak perlu pergi untuk mencari Vampire itu” ucap Nela.
“My Love, aku sudah berjanji pada Shane dan diri ku sendiri kalau
aku tidak akan pernah menggigit mu dan merubah mu menjadi Vampire” ucap
Mark.
“Tapi kenapa Mark? Bukankah menjadi Vampire itu sungguh
menyenangkan? Hidup dengan begitu bebas, dan bisa pergi kemana saja
dengan sesuka hati” ucap Nela.
“Ya, kau benar My Love. Dengan menjadi Vampire, hidup kita begitu
bebas dan kita bisa pergi kemana saja. Namun kita harus hidup didalam
kegelapan, sendirian, kesepian, dan jauh dari orang-orang yang kita
sayang” ucap Mark.
Nela pun hanya terdiam seraya menarik nafas.
“Lalu bagaimana jika Roland datang kesini?” Ucap Nela.
“Kau tenang saja My Love, selama aku pergi ada Robert yang akan menjaga dan melindungi mu” ucap Mark.
“Robert? Siapa dia?” Ucap Nela.
“Ia juga seorang Vampire seperti ku, tapi kau tak perlu takut
dengannya karena dia juga seorang Vampire vegetarian. Robert adalah
salah satu Vampire yang begitu dekat dengan ku, sama seperti Kian” ucap
Mark.
“Ya, baiklah kalau seperti itu” ucap Nela seraya menganggukkan kepalanya.
“Dan ku harap selama aku pergi, kau juga tidak pergi ke hutan
itu. Karena disana terdapat begitu banyak Werewolf, dan aku tak ingin
Werewolf itu melukai mu sedikit pun” ucap Mark.
“Ya, kau tenang saja My Vampire” ucap Nela.
“Baiklah kalau seperti itu, sekarang aku harus segera pergi” ucap Mark.
“Kenapa kau begitu terburu-buru?” Ucap Nela.
“Aku harus segera menemukan dan membunuh Vampire itu, agar aku bisa cepat kembali menjadi manusia” ucap Mark.
“Ya baiklah, jaga diri mu baik-baik My Vampire. Dan cepatlah kembali pada ku” ucap Nela.
“Kau juga jaga diri mu baik-baik My Love, aku berjanji aku akan
segera kembali demi cinta kita” ucap Mark seraya tersenyum dan mencium
keningnya Nela.
Nela pun hanya tersenyum, dan Mark pun segera pergi meninggalkan kamarnya Nela. Dan tak lama Andrew pun datang.
“Hi my babe” ucap Andrew seraya berjalan menghampiri Nela dan duduk disebelahnya.
“Hi my bro” ucap Nela.
“Aku pikir kau sudah tidur” ucap Andrew.
“Belum, dan ku rasa malam ini aku tidak akan bisa tidur” ucap Nela.
“Kenapa? Karena tidak ada Mark?” Ucap Andrew.
“Ya, mungkin karena itu” ucap Nela.
“My babe, kau tenang saja aku yakin dia akan kembali untuk mu” ucap Andrew.
“Ya, aku juga berharap seperti itu” ucap Nela.
Andrew pun hanya menganggukkan kepalanya.
“Oh ya, Shane kemana?” Ucap Nela.
“Dia ada dikamarnya” ucap Andrew.
“Sedang apa ia dikamarnya?” Ucap Nela.
“Entahlah, aku tidak tahu. Sebaiknya kau lihat saja” ucap Andrew.
“Ya baiklah” ucap Nela seraya segera pergi menuju kamarnya Shane.
Ketika sampai didepan kamarnya Shane, perlahan Nela mengetuk pintu kamarnya Shane.
“Shane, ini aku. Sedang apa kau didalam?” Ucap Nela dari luar kamarnya Shane.
Namun Shane tidak menjawabnya.
“Shane, bolehkah aku masuk kedalam kamar mu?” Ucap Nela.
Dan lagi-lagi Shane tidak menjawabnya.
“Shane, apa kau marah pada ku? Maafkan aku Shane, aku tahu aku salah karena aku jatuh cinta pada seorang Vampire” ucap Nela.
Namun Nela tidak juga mendapat jawaban dari dalam kamarnya Shane.
Perlahan Nela pun mencoba membuka pintu kamarnya Shane, dan ternyata
pintu kamarnya tidak terkunci.
“Syukurlah ia tidak mengunci pintu kamarnya” ucap Nela seraya membuka pintu kamarnya Shane.
Nela pun segera memasuki kamarnya Shane, dan terlihat Shane
sedang duduk ditepi tempat tidurnya seraya melamunkan sesuatu. Perlahan
Nela pun duduk disampingnya.
“Shane, apa kau marah pada ku?” Ucap Nela.
Namun Shane pun hanya terdiam seraya tetap melamun.
Nela pun menarik nafas panjang, dan ia mencoba memeluk Shane dari samping. Namun Shane tetap terdiam.
“Maafkan aku Shane, aku begitu sayang pada mu. Tapi aku juga begitu menyayangi Mark” ucap Nela.
Nela pun tak mendapat tanggapan apa-apa dari Shane.
“Tak apa-apa Shane, jika kau marah pada ku” ucap Nela seraya melepaskan pelukannya dan menundukkan kepalanya.
“Jangan lepaskan pelukannya!” Ucap Shane.
Nela pun sedikit terkejut mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Shane.
“Shane, kau tidak marah pada ku?” Ucap Nela.
“Aku bilang jangan lepaskan pelukannya!” Ucap Shane.
Dan Nela pun kembali memeluk Shane dari samping.
“Maafkan aku Shane...” ucap Nela.
“Ya, aku akan memaafkan mu asalkan kau tetap memeluk ku seperti
ini. Karena sudah begitu lama kau tidak pernah memeluk ku seperti ini,
dan kau tahu aku sangat merindukannya” ucap Shane.
Nela pun tersenyum.
“Kau tenang saja, aku akan selalu memeluk mu seperti ini Shane! I
love you so much my bro Shane” ucap Nela seraya mengeratkan pelukannya.
Shane pun tertawa kecil.
“I love you so much my little sister Nela!” Ucap Shane seraya memeluk Nela.
“Aku senang kau tidak marah pada ku Shane” ucap Nela.
“Untuk apa aku marah pada mu? Dan lagi pula aku tidak akan bisa marah pada mu adikku” ucap Shane.
Nela pun hanya tersenyum seraya tetap memeluk Shane.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar