Minggu, 18 Januari 2015

My Love is Vampire - Chapter II

Tittle : Vampire Series “My Love is Vampire - Chapter II”
Genre : Fantasy | Romance | Thriller
Cast : Westlife | Other's
Tag : #Andrew #DavidReale #Fanfiction #Hayden #Nela #Vampire #Werewolf #Westlife
Nb : Typo is Everywhere...


==================================================


Mark mencium bau darah yang mengalir didalam tubuhnya.
Dan dia pun segera memejamkan matanya.
Namun tiba-tiba Mark melepaskan pelukannya.Dan Nela bisa merasa lega karena Mark tidak jadi menghisap darahnya.Tetapi jantungnya tidak bisa berhenti berdetak dengan sangat kencang karena Mark masih berdiri tepat didepannya.

“Maafkan aku,karena aku sudah membuatmu menjadi takut” ucap Mark.

“Ya,tidak apa-apa” ucap Nela.

“Dan akhirnya kau sudah mengetahui siapa diriku yang sebenarnya.Tapi bagaimana kau bisa tahu kalau aku adalah seorang Vampire?” ucap Mark.

“Aku merasakan ada sesuatu yang berbeda pada dirimu.Yaitu kulitmu yang sangat dingin dan pucat,matamu yang berwarna merah,dan kau sangat kuat untuk memukul Werewolf itu” ucap Nela.

“Jawaban yang sangat bagus!Aku tak menyangka kau akan tahu tentang hal itu.Dan tidak semua orang tahu tentang hal itu” ucap Mark.

“Ya,aku tahu tentang hal itu karena aku membacanya disebuah buku yang membahas tentang Vampire,Dracula & Werewolf” ucap Nela.

Tiba-tiba terdengar suara ketukkan pintu dari luar kamarnya Nela.

“Lebih baik kau cepat bersembunyi!Itu pasti kakakku dan teman-temannya” ucap Nela.

Dan Mark pun segera bersembunyi.

“Nela” ucap Shane dari luar kamarnya Nela.

“Iya Shane,masuk saja pintunya tidak ku kunci” ucap Nela.

“Baiklah” ucap Shane seraya membuka pintu kamarnya Nela.

“Ternyata kau belum tidur” ucap Shane seraya masuk kedalam kamarnya Nela diikuti oleh Nicky & Brian.

“Ya,aku belum tidur” ucap Nela.

“Nela,tadi aku tak sengaja mendengar suara kau sedang berbicara dengan seseorang” ucap Brian.

“Hehm,mungkin kau salah dengar Brian.Dari tadi aku sendiri dikamar ini,dan aku tidak berbicara dengan siapapun” ucap Nela.

“Nela,kau pasti lupa menutup jendela kamarmu ya?” Ucap Shane seraya menutup jendela kamarnya Nela.

“Hehm,ya sepertinya memang begitu” ucap Nela.

“Ya sudah,sekarang kau tidur ya maaf aku,Nicky dan Brian sudah mengganggu waktu tidurmu” ucap Shane.

“Tidak apa-apa Shane” ucap Nela.

“Good night adikku and have a nice dream baby” ucap Shane seraya mencium kening adiknya.

“Iya Shane” ucap Nela seraya tersenyum.

Mereka pun segera pergi meninggalkan kamarnya Nela,dan Shane kembali menutup pintunya.

“Huh!Hampir saja ketahuan” ucap Nela seraya menarik nafas panjang.

Mark pun keluar dari tempat persembunyiannya.

“Lebih baik kau cepat pergi!Karena aku tak ingin kakakku berhasil menemukan mu” ucap Nela.

Tanpa mengeluarkan sedikit kata pun,Mark segera pergi meninggalkan rumahnya Nela.

“Vampire yang aneh!” Ucap Nela.


---------------------


Waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi.

Seperti biasa Shane sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi.Dan tak lama Nela pun datang.

“Good morning Shane” ucap Nela seraya duduk disebuah kursi yang berada dibelakang meja makan.

“Good morning adikku” ucap Shane yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.

“Apa perlu kubantu Shane?” Ucap Nela yang menawarkan bantuan karena Shane terlihat begitu sibuk untuk menyiapkan sarapan dipagi ini.

“Tidak perlu,sebentar lagi juga akan selesai kau duduk manis saja ya” ucap Shane.

Nela hanya mengangguk mengerti.
Dan tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari luar rumah mereka.

“Siapa itu?” Ucap Shane.

“Sebentar biar kulihat” ucap Nela seraya berjalan menuju halaman rumah mereka.

“David!” Ucap Nela ketika melihat seorang pria yang memang sudah dia kenal.

Pria itu adalah seniornya Nela dikampusnya,dia adalah David Reale.

“Hey!Silahkan masuk” ucap Nela.

Mereka pun segera masuk kedalam,dan berjalan menghampiri Shane.

“Shane,ini adalah David dia senior dikampusku.Dan David ini adalah Shane kakakku yang pernah aku ceritakan padamu” ucap Nela.

“Hey!Aku Shane kakaknya Nela.Senang bisa mengenalmu” ucap Shane seraya berjabat tangan dengan David.

“Ya” ucap David.

“Kalian hanya berteman saja atau...” Ucap Shane.

“Kami hanya berteman saja.Iya kan Dav?” Ucap Nela.

“Ya” ucap David.

“Oh... Tapi kalau lebih dari teman juga tidak apa-apa” ucap Shane.

“Ahh Shane!Kau ini” ucap Nela.

Shane pun hanya tertawa kecil.

“Ayo kita sarapan dulu” ucap Shane.

Setengah jam kemudian...

“Shane,kami berangkat ke kampus dulu ya” ucap Nela.

“Ya,kalian hati-hati ya.David,aku titip Nela ya” ucap Shane.

“Ya,kau tenang saja dia akan aman bersama ku Shane!” Ucap David.

Shane hanya tersenyum.
Nela & David pun segera pergi menuju kampus tempat mereka kuliah.

“Maafkan kakakku ya tentang hal tadi” ucap Nela.

“Ok,no problem” ucap David seraya berfokus menyetir mobilnya.

“Semalam ketika aku ikut berburu Vampire dengan kakak,aku tak sengaja bertemu dengan seekor Werewolf” ucap Nela.

“Hah?Werewolf?” Ucap David yang terlihat sangat terkejut.

“Ya,Werewolf” ucap Nela.

“Tapi Werewolf itu tidak melukai mu kan?” Ucap David.

“Tentu saja tidak” ucap Nela.

“Syukurlah,aku senang mendengarnya.Dan aku juga pernah berburu Werewolf,bahkan sampai sekarang aku masih suka berburu Werewolf namun jarang ku lakukan” ucap David.

“Benarkah?” Ucap Nela.

“Ya,biasanya aku berburu Werewolf dengan kakak perempuanku.Namun setelah kakak perempuan ku menikah,kami jadi jarang berburu Werewolf” ucap David.

“Sudah berapa banyak Werewolf yang berhasil kalian bunuh?” Ucap Nela.

“Entahlah aku lupa.Karena begitu banyak Werewolf yang sudah kami bunuh” ucap David.

“Aku jadi ingin berburu Werewolf” ucap Nela.

“Sebaiknya kau jangan lakukan hal itu!” Ucap David.

“Memangnya kenapa?Bukankah hal itu bisa memacu Adrenaline?” Ucap Nela.

“Ya,hal itu memang bisa memacu Adrenaline.Tapi hal itu sangat berbahaya untuk mu” ucap David.

“Dav,aku bukan anak kecil lagi.Aku bisa melawan Werewolf itu jadi kau tak perlu mengkhawatirkan ku” ucap Nela.

“Tapi sebaiknya kau jangan lakukan hal itu.Karena aku tak ingin kau terluka!” Ucap David seraya menatap Nela.

“Kau seperti kakak ku saja selalu berbicara seperti itu” ucap Nela.

Tak lama mereka pun sampai dikampus tempat mereka kuliah.
Nela & David pun segera keluar dari mobilnya David.

“Sampai nanti Dav!” Ucap Nela seraya berjalan menuju kelasnya.

“Nela!” Pekik David seraya berlari menghampiri Nela.

Nela pun menghentikan langkahnya.

“Ada apa Dav?” Ucap Nela.

“Sepertinya,nanti kita tidak bisa pulang bersama karena aku ada urusan” ucap David.

“Ya tidak apa-apa Dav” ucap Nela.

Tanpa sepengetahuan mereka,ternyata Mark sedang memperhatikan mereka berdua.

“Siapa pria itu?Apa mereka berdua berpacaran?” Ucap Mark.

“Lalu kau pulang dengan siapa?” Ucap David.

“Kau tak perlu khawatir,aku bisa meminta kakakku untuk menjemput ku” ucap Nela.

“Hehm baiklah,sekali lagi maaf ya” ucap David.

“Ya” ucap Nela seraya tersenyum.

Mark terus memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.

“Aku tak akan biarkan pria itu mendekatinya!” Ucap Mark.

Lalu Mark segera pergi meninggalkan kampus itu.

5 jam pun berlalu...
Dan kini waktunya untuk pulang,Nela pun sedang bergegas untuk pulang.Dia segera merapikan buku-bukunya dan memasukkannya kedalam tas.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi,dia segera mengambil ponselnya dan terlihat dilayar ponselnya “1 Message from My Brother Shane”.
Ternyata itu adalah pesan dari Shane,dia pun segera membaca pesan itu.

“Nela,aku sudah berada didepan kampusmu!”.

Setelah membaca pesan dari Shane,Nela segera berjalan menghampiri Shane yang sudah menunggunya didepan kampusnya.

“Hi Shane!Pasti kau sudah lama menunggu ku ya?” ucap Nela seraya memasuki mobilnya Shane.

“Tidak juga.Aku baru sampai sekitar 10 menit yang lalu” ucap Shane yang sedang mengutak-atik ponselnya.

“Aku pikir kau tak bisa menjemput ku,karena kau tak membalas pesan ku” ucap Nela.

“Tadi ponsel ku lowbet ketika aku ingin membalas pesanmu” ucap Shane seraya menyalakan mesin mobilnya dan segera meninggalkan kampus.

“Kau ingin makan siang diluar atau makan siang dirumah?Tapi dirumah aku sudah masak untuk makan siang” Ucap Shane seraya berfokus menyetir mobilnya.

“Aku ingin makan siang dirumah saja,karena masakan mu lebih enak dari semua masakan yang ada” ucap Nela.

Shane hanya tersenyum seraya menyetir mobilnya.
Dan tak lama mereka pun sampai dirumah mereka.

“Hehm,aku sudah tak sabar untuk makan siang” ucap Nela seraya keluar dari mobilnya Shane dan diikuti oleh Shane.

Mereka pun segera masuk kedalam rumah mereka dan menuju ke ruang makan.
Lalu mereka pun segera makan siang.

“Adikku,aku mau tanya?” Ucap Shane seraya memakan makan siangnya.

“Hehm,kau mau tanya apa Shane?” Ucap Nela.

“Apa benar kau dan David hanya berteman saja?” Ucap Shane.

“Ya,tentu saja kami hanya sekedar teman” ucap Nela.

“Oh... Tapi jika kalian berpacaran juga tidak apa-apa,aku akan menyetujui hubungan kalian” ucap Shane.

Tiba-tiba Nela pun tersendak.

“Kau ini kalau makan harus pelan-pelan,agar tidak tersendak” ucap Shane seraya memberi segelas air minum kepada Nela.

Nela pun segera minum,dan melanjutkan makan siangnya.

“Kami hanya berteman saja Shane,tidak lebih dari itu” ucap Nela.

“Tapi sepertinya dia menyukaimu.Dan jika kalian saling menyukai,kenapa kalian tidak berpacaran saja?” Ucap Shane.

“Shane,bisa tidak kau jangan bahas tentang hal itu?” Ucap Nela.

“I'm sorry baby... Aku hanya ingin ada seseorang yang selalu menjaga dan menemani mu,jadi ketika nanti aku menikah dengan Gillian aku bisa tenang karena sudah ada seseorang yang selalu menjaga dan menemani mu” ucap Shane.

“Kau tenang saja,aku bisa menjaga diriku sendiri” ucap Nela.

“Tapi aku tidak tenang jika harus meninggalkan mu sendiri” ucap Shane.

“Terserah kau saja Shane!” Ucap Nela segera pergi menuju kamarnya.

“Hehm,apa ada yang salah dengan ucapanku?” Ucap Shane.

“Kenapa tiba-tiba Shane membahas tentang hal seperti itu?” Ucap Nela.

Shane pun berjalan menuju kamarnya Nela.Dan setelah sampai didepan kamarnya Nela,dia segera mengetuk pintunya.

“Nela adikku,apa aku boleh masuk?” Ucap Shane dari luar kamarnya Nela.

“Ya,masuk saja pintunya tidak ku kunci” ucap Nela dari dalam kamarnya.

Shane pun membuka pintu kamarnya Nela,dan berjalan menghampiri Nela yang sedang duduk termenung diatas kasurnya.

“Apa kau marah padaku?” Ucap Shane seraya duduk disamping Nela.

“Tidak” ucap Nela singkat.

“Benarkah?Maafkan aku atas hal tadi” ucap Shane.

“Tidak apa-apa” ucap Nela.

Shane pun segera mendekap adiknya.

“Aku tahu kau pasti marah padaku...” Ucap Shane.

Nela hanya terdiam tanpa mengeluarkan sedikit kata pun.

“Tidak apa-apa jika kau marah padaku,karena itu memang salahku” ucap Shane.

“Kau tidak salah Shane.Aku tahu maksudmu benar,kau ingin ada seseorang yang selalu menjaga dan menemaniku” ucap Nela.

“Jadi kau tidak marah padaku?” Ucap Shane.

“Tentu saja tidak Shane,untuk apa aku marah padamu” ucap Nela seraya tersenyum kepada Shane.

“Kau tahu aku begitu takut jika kau marah padaku,karena aku selalu ingin menjadi kakak yang baik untuk mu” ucap Shane yang masih mendekap Nela.

“Dan kau sudah menjadi kakak yang baik untukku Shane” ucap Nela.

“Meskipun seperti itu,aku ingin tetap selalu dan selamanya menjadi kakak yang baik untuk mu” ucap Shane.

Nela pun hanya tersenyum.

“Shane,aku mau ke toko buku ya.Ada buku yang ingin aku beli” ucap Nela.

“Kenapa kau tak bilang dari tadi,kalau kau ingin ke toko buku” ucap Shane.

“Hehm,tadi aku lupa mengatakannya Shane” ucap Nela seraya bersiap-siap untuk pergi.

“Baiklah,aku temani ya?” Ucap Shane.

“Tidak perlu Shane,aku pergi sendiri saja” ucap Nela.

“Benarkah?” Ucap Shane.

“Ya” ucap Nela.

“Ya sudah kalau seperti itu,tapi jangan pulang sampai malam ya” ucap Shane.

“Iya Shane,kau tenang saja” ucap Nela.

“Baiklah Shane,aku pergi dulu ya” ucap Nela seraya beranjak pergi.

“Hati-hati,jaga dirimu!” Pekik Shane.

“Ya” ucap Nela seraya berjalan keluar rumahnya.


------------------


Nela pun sampai ditoko buku yang dia tuju.Dia segera memasuki toko buku itu,dan menuju ketempat buku yang dia cari.
Tak butuh waktu lama untuknya menemukan buku yang dia cari.

“Ini dia novel yang aku cari” ucap Nela ketika melihat sebuah novel yang sedang dia cari.

Nela pun segera mengambil novel itu,namun tiba-tiba ada seseorang yang juga sedang mengambil novel itu.
Dia pun segera menoleh ke arah sampingnya.Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang pria tampan,keren,dan bertubuh tinggi sedang mengambil novel itu juga.
Mereka pun saling menatap satu sama lain.

“Hehm maaf,ambil saja novelnya” ucap Nela.

“Tidak,novelnya untukmu saja” ucap pria itu.

“Tidak apa-apa,aku bisa mencari novel itu ditoko buku lain” ucap Nela.

Pria itu pun mengambil novel yang tadi ingin mereka ambil.

“Ini untuk mu” ucap pria itu seraya memberikan novel itu kepada Nela.

“Tidak,untuk mu saja” ucap Nela.

“Tidak,novel ini untuk mu” ucap pria itu.

“Hehm,benarkah?“ Ucap Nela.

“Ya” ucap pria itu.

“Lalu bagaimana dengan mu?” Ucap Nela.

“Sudahlah,kau tidak perlu memikirkan aku.Aku bisa cari novel ini ditoko buku lain” ucap pria itu.

“Apa tidak apa-apa,kau kan juga ingin membaca novel ini” ucap Nela.

“Tidak apa-apa.Namamu siapa?Nama ku Hayden” ucap pria itu seraya mengulurkan tangannya.

“Nama ku Nela” ucap Nela seraya berjabat tangan dengan pria itu.

“Nama yang bagus” ucap pria itu.

“Terima kasih” ucap Nela.

“Sepertinya sebelumnya aku pernah melihat mu” ucap pria itu.

“Benarkah?Dimana?” Ucap Nela.

“Di University College Cork,kau kuliah disana kan?Aku juga kuliah disana” Ucap pria itu.

“Ya,aku kuliah disana.Tapi kenapa aku tidak pernah melihat mu?” Ucap Nela.

“Hehm,mungkin karena kita beda kelas jadi kau tidak pernah melihatku” ucap pria itu.

“Ya,mungkin juga” ucap Nela.

“Bagaimana kalau mengobrolnya kita lanjutkan disebuah cafe yang tidak jauh dari sini?” Ucap pria itu.

Nela pun hanya menganggukkan kepalanya,dan mereka segera berjalan menuju sebuah cafe yang letaknya tak jauh dari toko buku itu

Tak lama mereka pun sampai disebuah cafe. Lalu mereka segera duduk, dan memesan minuman.

“Apa kau datang sendiri?” Ucap Hayden.

“Ya, aku datang sendiri. Tadi kakak ku ingin menemani ku, namun aku menolaknya karena aku sedang ingin pergi sendiri” ucap Nela.

“Oh, lalu apa rumah mu tak jauh dari sini?” Ucap Hayden.

“Ya, rumahku tak jauh dari sini. Bagaimana dengan kau apa kau datang sendiri?” Ucap Nela.

“Ya, aku datang sendiri” ucap Hayden.

“Hehm, aku pikir kau datang dengan kekasihmu” ucap Nela.

“Saat ini aku tidak memiliki kekasih” ucap Hayden seraya tertawa.

“Kau pasti sedang bercanda” Ucap Nela.

“Aku sedang tidak bercanda, sejak pertama kali aku pindah ke Ireland aku belum terpikirkan untuk mencari seorang kekasih” ucap Hayden.

Nela seakan tidak percaya ketika Hayden mengatakan kalau dia belum memiliki kekasih, karena sepertinya tidak mungkin jika seorang pria tampan, keren, dan sebaik Hayden tidak memiliki kekasih.

“Apa kau baru pindah ke sini?” Ucap Nela.

“Tidak, aku pindah kesini sejak 2 tahun yang lalu. Dan sebelum nya aku tinggal di Canada” ucap Hayden.

“Lalu kenapa kau pindah kesini?” Ucap Nela.

“Karena ada sebuah masalah disana, jadi aku memutuskan untuk pindah ke Ireland” ucap Hayden.

Nela hanya menganggukkan kepalanya seraya melihat ke arah jarum jam yang ada di jam tangannya.

“Sepertinya aku harus segera pulang, karena aku sudah janji pada kakak ku kalau aku tidak akan pulang sampai sore” ucap Nela.

“Hehm baiklah, biar aku antar ya” ucap Hayden.

“Tidak perlu, aku tak ingin merepotkan mu lagi” ucap Nela.

“Tidak apa-apa, aku tidak merasa direpotkan olehmu” ucap Hayden.

“Tidak, aku ingin pulang sendiri saja” ucap Nela.

“Ayo lah, izinkan aku untuk mengantar mu pulang” ucap Hayden seperti sedang memohon.

“Baiklah, jika kau memaksa ku” ucap Nela.

Hayden pun hanya tersenyum,dan mereka segera pergi meninggalkan cafe itu.

“Kenapa kau diam saja?” Ucap Hayden seraya berfokus menyetir mobilnya dan sesekali menoleh ke arah Nela.

“Hehm, aku masih merasa tidak enak pada mu” ucap Nela.

“Kenapa harus merasa tidak enak?” Ucap Hayden.

“Karena aku sudah terlalu banyak merepotkan mu, yang pertama aku sudah mengambil novel yang ingin kau beli, lalu sekarang kau harus mengantar ku pulang” ucap Nela.

“Kau tenang saja, soal novel itu kau baca saja dulu sampai selesai. Nanti aku bisa pinjam pada mu, jika kau sudah selesai membacanya. Dan ku mohon kau jangan merasa tidak enak lagi padaku. Karena kau tidak merepotkan ku sedikit pun” ucap Hayden.

“Kau begitu baik pada ku, bagaimana caranya aku membalas semua kebaikkan mu pada ku?” Ucap Nela.

“Kau tidak perlu membalasnya, aku hanya ingin kau mau menjadi teman baik ku” ucap Hayden seraya tersenyum.

“Senyumannya begitu indah, aku tak pernah melihat senyuman seindah itu sebelumnya. Pria ini benar-benar sempurna. Hanya melihat senyumannya saja, aku merasa bahagia” ucap Nela dalam hati.

Ternyata senyumannya Hayden dapat membuat Nela merasa seperti melayang ke angkasa.

“Hey, bagaimana apa kau mau menjadi teman baik ku?” Ucap Hayden yang membuat buyar semua lamunannya Nela.

“Ya, tentu saja aku mau menjadi teman baik mu” ucap Nela yang sedikit terkejut.

Hayden hanya tersenyum seraya berfokus menyetir mobilnya.

“Aku berharap kita bisa lebih dari sekedar teman” ucap Hayden dalam hati.

Tiba-tiba ponselnya Nela berbunyi membuat Nela & Hayden sedikit terkejut.
Dengan cepat Nela segera mengambil ponselnya, terlihat dilayar ponselnya “My Brother Shane”. Ternyata itu adalah telepon dari Shane.

“Sebentar ya, kakak ku menelpon” ucap Nela.

Hayden hanya menganggukkan kepalanya seraya tetap berfokus menyetir mobilnya.
Dan Nela pun mengangkat telepon dari Shane.

••••••••••••••••

“Hallo Shane” ucap Nela.

“Kau sedang dimana? Lebih kau cepat pulang, karena hari mulai menjelang petang” ucap Shane.

“Shane, bisa tidak kau jangan cerewet seperti itu? Lama-lama suara mu membuat telinga ku sakit!” Ucap Nela.

“Baiklah maafkan aku, sekarang kau ada dimana?”.

“Aku sudah dalam perjalanan menuju rumah, kau tenang saja aku dalam keadaan baik-baik saja sekarang”.

“Aku senang mendengar hal itu”.

“Ya, kau tenang saja sebentar lagi aku akan sampai dirumah”.

“Baiklah kalau seperti itu” ucap Shane menutup teleponnya.


••••••••••••••••

Nela pun kembali menaruh ponselnya didalam sakunya.

“Kakak mu pasti begitu mengkhawatirkan keadaan mu” ucap Hayden seraya berfokus menyetir mobilnya.

“Ya, begitulah Shane dia sangat cerewet” ucap Nela.

“Kakak mu cerewet seperti itu, karena dia sangat sayang padamu dan dia tidak ingin kehilanganmu” ucap Hayden.

“Ya, namun terkadang hal itu membuat ku sedikit kesal padanya” ucap Nela.

Dan mereka pun sampai dirumahnya Nela.

“Ayo masuk dulu, biar aku kenalkan kau dengan kakak ku yang cerewet itu” ucap Nela seraya keluar dari mobilnya Hayden.

Hayden hanya tertawa kecil seraya keluar dari mobilnya. Lalu mereka berjalan masuk kedalam rumahnya Nela.

“Shane, Shane!” Panggil Nela.

“Iya, sebentar!” Terdengar suara dari dapur. Dan itu adalah suaranya Shane yang sedang mempersiapkan makan malam.

Shane pun segera menghampiri Nela & Hayden yang sudah menunggu diruang tamu.
Setelah sampai diruang tamu, Shane begitu terkejut ketika melihat seorang pria yang sedang berdiri disamping adiknya itu. Shane pun menduga kalau pria itu adalah pacarnya Nela.

“Pantas saja kau tak mau aku menemani mu, ternyata kau ingin pergi kencan dengan pacar mu ini” ucap Shane.

Nela begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh kakaknya itu. Sungguh tak pernah dia duga, kalau Shane akan berbicara seperti itu didepan pria yang baru saja ia kenal.

“Shane, kau ini berbicara apa?” Ucap Nela.

“Tapi memang pria ini pacar mu kan?” Ucap Shane.

“Kau salah Shane, dia bukan pacar ku. Dia adalah senior dikampus ku” ucap Nela.

“Hehm benarkah? Kalau David memang senior mu, lalu apakah dia juga senior mu?” Ucap Shane seraya mengangkat sepasang alisnya.

“Iya Shane, dia adalah seniorku” ucap Nela.

“Hayden ini adalah kakak ku yang cerewet itu, namanya Shane. Dan Shane, ini Hayden dia adalah seniorku” ucap Nela.

Hayden & Shane pun saling berjabat tangan seraya memperkenalkan diri mereka masing-masing.

“Maaf ya, aku pikir kau benar-benar pacarnya adikku” ucap Shane.

“Ya, tidak apa-apa Shane” ucap Hayden.

“Hayden, kau mau minum apa?” Ucap Nela.

“Tidak perlu repot-repot, aku harus segera pulang karena hari sudah menjelang petang” ucap Hayden.

“Kenapa kau terburu-buru? Nanti saja pulangnya, aku sedang memasak untuk makan malam. Dan sebaiknya kau makan malam bersama kami” ucap Shane.

“Terima kasih Shane, lain waktu saja sekarang aku harus segera pulang” ucap Hayden.

“Baiklah kalau seperti itu, lain waktu kau harus makan malam bersama kami!” Ucap Shane.

“Pasti Shane! Baiklah aku pulang dulu ya, terima kasih kalian sudah menyambut ku dengan hangat” Ucap Hayden.

“Ya, sama-sama. Aku yang harus berterima kasih padamu, karena kau telah mengantar adikku pulang. Dan ku tahu, hal itu pasti membuatmu repot” ucap Shane.

“Tentu saja tidak Shane, aku senang bisa mengantar adikmu pulang” ucap Hayden.

“Baiklah, aku senang bisa mengenalmu Hayden” ucap Shane seraya menepuk pelan pundaknya Hayden.

“Ya, aku juga senang bisa mengenal kalian” ucap Hayden.

Shane & Nela hanya tersenyum.

“Baiklah Shane, Nela, aku pulang dulu ya” ucap Hayden.

“Ya, kau hati-hati ya. Dan Nela, kau antar dia sampai kedepan” ucap Shane.

“Siap kakakku!” Ucap Nela.

Nela & Hayden pun berjalan menuju halaman rumah.

“Aku pulang dulu ya” ucap Hayden seraya memasuki mobilnya.

“Iya, kau hati-hati. Dan thank you so much untuk hari ini” ucap Nela.

Hayden hanya tersenyum seraya menyalakan mesin mobilnya.

“Baiklah, see you tomorrow Nela!” Ucap Hayden.

“See you Hayden!” Ucap Nela.

Mobil Hayden pun melaju meninggalkan rumahnya Nela & Shane.
Lalu Nela kembali masuk kedalam rumahnya, dan berjalan menuju ke dapur.

“Apa ada yang perlu kubantu Shane?” Ucap Nela.

“Tidak perlu, sebentar lagi akan selesai” ucap Shane yang sedang sibuk memasak untuk makan malam.

Nela hanya menganggukkan kepalanya.

“Oh ya, nanti malam seperti biasa aku harus pergi berburu kehutan” ucap Shane.

“Ya, itu kan memang sudah menjadi kebiasaan mu setiap malam Shane” ucap Nela.

“Yang aku khawatirkan adalah dirimu. Karena Nicky & Brian sedang ada urusan, jadi mereka tidak bisa menemani mu malam ini” ucap Shane.

“Kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku, aku akan baik-baik saja Shane. Percayalah padaku” ucap Nela yang berusaha menyakinkan Shane.

“Seperti yang kau tahu, aku tidak pernah meninggalkan mu seorang diri dirumah” ucap Shane.

“Shane, aku bukanlah anak kecil lagi. Aku bisa menjaga diriku sendiri” ucap Nela.

“Bagaimana jika aku meminta tolong kepada Andrew untuk menemanimu?” Ucap Shane.

“Tidak perlu Shane, dia kan juga punya kesibukkan sendiri. Dan tentu saja, aku tidak ingin merepotkannya” ucap Nela.

“Kalau dengan Gillian bagaimana? Aku akan menjemputnya untuk menemanimu dan menginap disini malam ini” ucap Shane.

“Shane!” Pekik Nela.

Shane pun sedikit terkejut, dan segera menoleh ke arah Nela.

“Aku tidak ingin merepotkan siapapun! Jika kau ingin pergi berburu, maka pergilah. Kau tak perlu meminta orang lain untuk sekedar menemaniku sampai kau pulang” ucap Nela.

Shane hanya terdiam seraya menatap adiknya.

“Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku, karena aku akan baik-baik saja!” Ucap Nela seraya berjalan meninggalkan Shane.

Shane tahu kalau adiknya memang keras kepala, dia suka lupa waktu kalau sudah asyik dengan aktifitas yang sedang dia kerjakan. Sesekali dia ingin adiknya tinggal bersama dengan Andrew dan kedua orang tuanya di London, namun dia ingat kalau orang tuanya juga sangat sibuk dengan perkerjaannya. Begitu pun juga dengan Andrew, adik pertamanya Shane, yang juga sibuk dengan kuliahnya. Dan itulah mengapa dia memilih adiknya untuk tinggal bersama dengannya.

Shane pun memutuskan untuk meminta tolong kepada Andrew.

“Setelah selesai menyiapkan makan malam, aku akan menghubungi Andrew. Semoga saja dia sedang mendapat liburan dari kampusnya” ucap Shane.

Sementara Nela sedang berdiam diri dikamarnya seraya mengutak-atik ponselnya. Dia berpikir kalau Shane akan meminta tolong kepada Andrew, karena tidak ada lagi yang dapat ia mintai tolong.

“Lebih baik sekarang aku menghubungi Andrew saja!” Ucap Nela seraya menekan nomor ponselnya Andrew.

“Semoga dia sedang tidak sibuk sekarang” ucap Nela.

Tak lama teleponnya terhubung.

•••••••••••••

“Hallo” ucap Nela memulai pembicaraan ditelepon.

“Hallo Nela adikku! Sudah lama kita tidak berkomunikasi, karena kita sama-sama sibuk. Bagaimana kabarmu?” Ucap Andrew.

“Kabarku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?” ucap Nela.

“Aku baik-baik saja. Lalu bagaimana kabarnya Shane?” Ucap Andrew.

“Dia juga baik-baik saja sekarang. Bagaimana dengan kuliah mu?” ucap Nela.

“Sekarang kuliah ku sedang libur untuk menyambut musim dingin. Apakah hal itu sama denganmu?” Ucap Andrew.

“Hehm tidak, kampus ku belum mengadakan liburan untuk menyambut musim dingin” ucap Nela.

“Lalu, ada apa kau menghubungiku? Tidak biasanya kau menghubungiku” ucap Andrew.

“Kau tahu kan apa hobby kakak kita yang satu itu?” Ucap Nela.

“Ya, tentu saja aku tahu apa hobbynya Shane. Yaitu memburu Vampire. Hal itu kedengarannya begitu bodoh dan tak masuk akal! Karena banyak orang yang tidak percaya dengan adanya makhluk itu” ucap Andrew.

“Aku ingin meminta tolong padamu, dan kuharap kau bisa melakukannya” ucap Nela.

“Kau ingin meminta tolong apa?” Ucap Andrew.

“Aku yakin setelah ini Shane akan menghubungimu untuk meminta tolong agar kau berkunjung ke Ireland hanya untuk menemani ku selama ia pergi berburu. Karena Nicky dan Brian sedang urusan, jadi mereka tidak bisa menemaniku selama Shane pergi. Dan kuharap kau bisa menolak permintaannya Shane” ucap Nela.

“Tentu saja aku tidak akan menolak permintaannya Shane!” Ucap Andrew.

“Kenapa?” Ucap Nela.

“Aku sangat rindu padamu dan Shane, sudah sangat lama kita tidak bertemu. Dan ini adalah waktu yang tepat untuk kita bertemu, aku akan menyesal jika aku menolaknya” ucap Andrew.

“Tapi aku tidak ingin menganggu waktu libur mu, dan aku tak ingin merepotkanmu Andrew!” Ucap Nela.

“Hey! Memangnya kau tak merindukan aku?” Ucap Andrew.

“Tentu saja aku sangat merindukanmu Andrew. Tapi...” Belum selesai Nela berbicara, tapi Andrew sudah memotong pembicaraannya.

“Kau tenang saja, malam ini juga aku akan menuju ke Ireland” ucap Andrew.

“Andrew, jika kau ingin berkunjung kesini kau bisa pergi besok pagi. Jangan pergi sekarang, karena hari sudah menjelang malam” ucap Nela.

“Aku tidak peduli, aku akan tetap pergi ke Ireland malam ini juga. Sekarang aku akan mengepaki barang-barangku. Sampai jumpa nanti adikku!” Ucap Andrew mengakhiri pembicaraan ditelepon.

“Andrew!” Pekik Nela, namun Andrew sudah menutup teleponnya.

••••••••••••••

“Aku harus memberi tahu Shane, kalau Andrew akan datang kesini malam ini!” Ucap Nela seraya berlari keluar kamarnya dan menghampiri Shane.

“Shane! Shane!” Pekik Nela.

“Iya, aku sedang diruang makan!” Pekik Shane.

Nela segera berlari menghampiri keruang makan.

“Ada apa, kau seperti sedang dikejar-kejar hantu saja?” Ucap Shane heran melihat adiknya yang begitu terburu-buru.

“Shane, malam ini juga Andrew akan berkunjung kesini...” ucap Nela dengan nafas yang terengah-engah.

“Kau sedang tidak bercanda kan?” Ucap Shane seraya mengangkat kedua alisnya.

“Ya, aku sedang tidak bercanda Shane. Tadi aku berbicara ditelepon dengannya, dan dia bilang dia akan datang ke Ireland malam ini juga” ucap Nela.

“Memangnya kampusnya sudah libur?” Ucap Shane.

“Sekarang kampusnya sedang mengadakan liburan untuk menyambut musim dingin. Lalu bagaimana ini Shane, apa kita tidak dapat menghentikannya?” ucap Nela.

“Tidak ada yang bisa kita lakukan, seperti yang kau tahu kalau Andrew begitu keras kepala. Ketika dia mempunyai keinginan, maka tidak ada seorang pun yang dapat menghentikannya untuk menggapai keinginannya itu. Dan lebih baik sekarang kita makan malam sambil menunggu kedatangannya” ucap Shane.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar